image

Foto: suaramerdeka.com/Hendra Setiawan

14 September 2017 | 18:25 WIB | Semarang Metro

DPU Alokasikan Rp 70 M untuk Pembebasan Lahan

SEMARANG, suaramerdeka.com -Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang akan mengalokasikan Rp 70 miliar pada pembahasan APBD Perubahan, khusus untuk pembebasan lahan. Hal itu demi mendukung program peningkatan infrastruktur yang sedang dilakukan.

Total tahun ini, DPU akan punya anggaran Rp 100 miliar, setelah di APBD Murni 2017 mengalokasikan Rp 30 miliar untuk pembebasan lahan. Saat ini beberapa proyek telah dihitung kebutuhan lahannya, dan rencananya akan dibebaskan pada akhir tahun.

''Ada beberapa proyek yang tahun ini masuk tahap pembebasan lahan. Tim apprasial sudah menghitungnya. Bila tidak ada halangan, pelunasan pembebasan lahan akan dilakukan akhir tahun ini,'' ujar Kepala DPU Kota Semarang, Iswar Aminuddin, Kamis (14/9).

Lahan yang dibebaskan, salah satunya untuk pembendungan muara Kali Tenggang, di Kelurahan Tambakrejo, Semarang Utara. Saat ini masih ada satu bidang lahan milik Kamdi yang belum dibebaskan. Namun, proyek pembendungan bisa dikerjakan dengan seizin pemilik.

Kemudian, imbuhnya, pembebasan lahan untuk pelebaran Jl Tambakmulyo, Kelurahan Tanjungmas, Kecamatan Semarang Utara. Dari lebar jalan yang sebelumnya 5 meter, dilebarkan menjadi 20 meter. Hasil pengukuran, sebanyak 108 bidang lahan dengan total luas 4.844,16 m2, terdampak pelebaran jalan.

''Anggaran untuk proyek pelebaran Jl Tambakmulyo memang dari pemerintah pusat. Adapun dari pemkot bertugas untuk menyediakan lahan. Tim appraisal sudah menghitung kebutuhan lahan, rencananya akan kami bayarkan di anggaran perubahan,'' ujar Iswar.

Jalan Tembus

Sementara itu, Sekretaris DPU Kota Semarang, Sih Rianung menambahkan, pembebasan lahan untuk jalan tembus Srondol-Sekaran juga akan dilakukan tahun ini. Tujuan dari pembuatan jalan ini, untuk lebih memudahkan akses warga setempat.

Kebutuhan lahan Semarang Outer Ring Road (SORR) untuk jalur Mangkang-Mijen, dan Mangkang-Arteri Yos Sudarso juga akan dipenuhi tahun ini. Ditambah dengan lahan untuk pelebaran Jl Sriwijaya, yang rencananya akan dibuat dua arah, seperti di Jalan MayJend DI Panjaitan (Kampung Kali).

''Jadi kebutuhan lahan akan dipenuhi tahun ini. Mana yang sudah siap akan didahulukan. Baru kemudian dilaksanakan pembangunan infrastruktur. Bila kebutuhan lahan terpenuhi, pembangunan infrastruktur bisa dilaksanakan pada tahun depan,'' tambah Sih Rianung.

Sebelumnya, kinerja DPU sempat menjadi sorotan kalangan dewan. Pasalnya, pada evaluasi anggaran pada September lalu, serapan anggaran masih minim hanya 9,95 persen. Dari total anggaran yang dialokasikan sebesar Rp 693,867 miliar, baru terserap 69,04 miliar. Sisa anggaran saat ini masih Rp 624,822 miliar.

Terkait hal itu, Sih Rianung menjelaskan, serapan anggaran tinggi baru akan terlihat pada Oktober-November. Hal ini seiring dengan selesainya sejumlah pengerjaan, seperti peningkatan Jl Woltermonginsidi, Jl Semarang-Gunungpati, Jl Klipang-Tulus-Ketileng, dan Jl Beringin Raya.

''Setelah selesai, baru kontraktor dilunasi, kira-kira antara Oktober-November. Kalau saat ini memang belum begitu terlihat. Jadi, kami optimistis bisa memenuhi target di akhir tahun,'' tambahnya.

(Hendra Setiawan /SMNetwork /CN38 )