image

Foto: Istimewa

14 September 2017 | 16:31 WIB | Nasional

Polres Cimahi Ciduk Pelaku Pencabulan di Dalam Angkot

CIMAHI, suaramerdeka.com - Seorang sopir angkutan kota jurusan Cijerah-Sukajadi Kota Bandung, diringkus oleh anggota PJR lantaran kedapatan melakukan pencabulan.

Tersangka bernama Rudi Hartono (23) warga asal Pasir Kondang Pakenjeng Garut, yang berdomisili di Gang Mekar Sari 1 Cijerah Melong Cimahi Selatan Kota Cimahi. 

Hal itu diungkap Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara didampingi Kasat Reskrim AKP Nurallah, Kamis (14/9).

Menurut Kapolres, saat kejadian sekitar pukul 07.00 WIB di lokasi kejadian, dua anggota PJR sedang melakukan patroli rutin menemukan satu unit angkot jurusan Cijerah-Sederhana Bandung dengan nomor polisi D.1910 BO sedang berhenti.

"Karena curiga anggota PJR melihat ke dalam angkot, ternyata sedang terjadi pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh tersangka," ujar Kapolres, seperti dilansir RRI.

Kemudian angkot dan kedua orang tersebut diamankan dan diserahkan ke Satreskrim Polres Cimahi.

"Dalam pemeriksaan petugas korban pencabulan mengaku berisial EN 14 tahun warga Jalan Citeupus Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo Kota Bandung," imbuhnya.

Modusnya, awalnya korban naik angkot yang dikemudikan tersangka, lalu tersangka mengajak korban jalan-jalan dengan menggunakan angkot lalu dibawa ke Jalan Tol Pasteu Arah Baros dan berhenti di km 4.

"Tersangka kemudian mengajak korban bersetubuh dan korban  menolak dengan cara menggigit tangan tersangka dan mendorong tersangka. Namun karena tersangka mengancam akan meninggalkan korban dan tidak diantar pulang akhirnya korban terpaksa menuruti kemauan tersangka melakukan hubungan badan," tutur Kapolres.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka Rudi dijebloskan ke se tahanan Polres Cimahi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka akan dijerat dengan pasal 81 atau 82 UU RI nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI nomor 24 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

(RRI /CN41 )