image

Foto: bali.panduanwisata.id

14 September 2017 | 15:52 WIB | Nasional

Gunung Agung Bali Mulai Menggeliat

BANDUNG, suaramerdeka.com - Aktivitas Gunung Api Agung (3.142 mdpl) di Bali mulai menunjukkan peningkatan. Gempa-gempà vulkanik bermunculan dari perut gunung dengan tren kejadian yang rapat.

Otoritas terkait tengah mempertimbangkan melakukan peningkatan status aktivitas vulkanik gunung api di pulau sarat kegiatan wisata itu. Gunung Agung pernah meletus hebat pada 1963.

"Kenaikannya terpantau sejak Juli lalu, belakangan frekuensinya gempanya terus meningkat," tandas Kabid Mitigasi Gunung Api PVMBG, Gede Suantika di sela-sela Sosialiasi Aplikasi Magma Indonesian Kamis (14/9) di Bandung.

Menurut dia, intensitas gempa yang terjadi menandakan bahwa suplai energi tengah berlangsung. Sehari sebelumnya, gempa mencapai 10 kali terutama vulkanik dalam. Kondisi itu diikuti pergerakan gempa dangkal.

Dorongan kecil energi dari dapur gunung juga sudah nyata melalui keluarnya asap solfatara. "Berdasarkan pengamatan, sudah ada kepulan asap dari kawah, masih kecil memang karena itu belum kelihatan dari jauh," tandasnya.

Dijelaskan, anomali tersebut baru berlangsung kali ini pasca gunung itu meletus untuk terakhir kalinya pada 54 tahun yang lalu. Karenanya, pihaknya benar-benar memberikan perhatian serius termasuk pola penanganannya.

"Skenario penanganan kita ya letusan besar pada 1963, karena selama ini Gunung Agung tak pernah beraktivitas seperti ini. Kita akan berkoordinasi dengan pihak terkait termasuk BPBD setempat untuk melakukan antisipasi," katanya.

Selain kejadian 1963, letusan Gunung Agung tercatat pada 1808 dan 1843. Hanya saja dua letusan terakhir minim dengan data. Lain halnya dengan peristiwa 1963. Ketika itu, gunung yang dekat dengan Besakih itu meletus hebat dua kali yakni pada 17 Maret dan 16 Mei.

Banyak korban dalam dua letusan tersebut Sejarah mencatat korban jiwa mencapai 1.148 orang serta 296 orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka terkena material letusan. Sebanyak 820 orang di antaranya terkena awan panas, sedangkan 163 jiwa karena lontaran batu pijar dan hujan abu tebal, dan karena lahar 165 orang.

Erupsi Gunung Agung terekam cukup dahsyat. Dari perut gunung keluar awan panas, lontaran batu pijar  hujan abu lebat hingga aliran lava. Hujan batu menimpa Besakih yang berjarak 6 Km dari puncak.

Awan panas yang menggelontor menuruni bukit tercatat mencapai jarak antara 12-14 Km. Diperkirakan volume material yang dimuntahkan mencapai 280 juta meter kubik.

(Setiady Dwi /SMNetwork /CN41 )