image

TEMPAT KEJADIAN PERKARA : Kapolsek Tirto Polres Pekalongan Kota AKP Trismiyanto, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di kubangan dimana balita ditemukan tewas tenggelam, Kamis (14/9) tadi siang. (Foto: suaramerdeka.com/Kuswandi)

14 September 2017 | 14:40 WIB | Suara Pantura

Balita Asal Pekalongan Tewas Tenggelam di Kubangan

PEKALONGAN, suaramerdeka.com - Adia Rafa Fatimah, seorang balita berusia dua tahun warga Desa Mulyorejo RT 06 RW 02 Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, ditemukan tewas tenggelam di kubangan air yang berada di dekat rumahnya, Kamis (14/9) sekitar pukul 09.00 Wib.

Balita malang tersebut sebelum ditemukan tewas diketahui sempat bermain di sekitar kubangan dimaksud. Selama ini korban hanya tinggal bersama neneknya.

Namun demikian, pada saat kejadian, nenek dimaksud sedang mandi. Sementara ibu korban sendiri diketahui sudah sekian tahun menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Sedangkan, ayahnya menjadi nelayan dan sedang berlaut.

Sontak, adanya penemuan balita malang tersebut membuat warga setempat geger. Korban sendiri kali pertama diketahui tenggelam oleh neneknya. Itu setelah neneknya sempat mencari keberadaan korban, tetapi setelah berkeliling mencari cucunya, sang nenek hanya menemukan sandal milik korban dengan posisi sandal berdampingan di tepi kubangan.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi, melalui Kapolsek Tirto AKP Trismiyanto, kepada suaramerdeka.com, Kamis (14/9) menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan di Puskesmas Tirto 2 terhadap jenazah korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Kondisi perut korban kembung penuh air.

"Korban murni kecelakaan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan," terang AKP Trismiyanto.

Dikatakan, pihak kepolisian sudah meminta keterangan sejumlah saksi terkait tewasnya balita dimaksud. Selanjutnya, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. 

(Kuswandi /SMNetwork /CN41 )