image

RAWAT STADION: Pekerja aktif merawat Stadion Moch Soebroto Kota Magelang yang selama Liga 2 Indonesia lalu dipakai sebanyak 7 kali untuk pertandingan yang dilakoni PPSM Sakti Magelang. (Foto: suaramerdeka.com/Asef Amani)

14 September 2017 | 14:27 WIB | Suara Kedu

Tarif Sewa Stadion Soebroto Akan Disesuaikan

MAGELANG, suaramerdeka.com – Seiring terdegradasinya klub sepak bola PPSM Sakti Magelang ke Liga 3 Indonesia musim depan, Pemkot Magelang bakal menyesuaikan tarif sewa Stadion Moch Soebroto Kota Magelang tahun depan. Terutama untuk pertandingan yang dinilai berbeda antara Liga 2, 3, atau kasta di bawahnya.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang, Yonas Nusantrawan mengatakan, pihaknya sudah memikirkan masalah tarif sewa stadion itu. Terlebih setelah PPSM positif terlempar ke Liga 3, mengingat klasemen akhir grup 4 Liga 2 Indonesia 2017 ada di posisi 6.

“Kita berpikiran untuk menyesuaikan tarifnya khusus untuk pertandingan. Tapi, kami masih akan mengkajinya terlebih dahulu bersama dengan pihak-pihak terkait untuk menentukan besarannya,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (14/9).

Dia menuturkan, selama dipakai untuk pertandingan resmi Liga 2 Indonesia lalu, tarif sewa stadion sebesar Rp 10 juta untuk sekali pertandingan. Selama itu, stadion yang berkapasitas sekitar 25.000 penonton ini dipakai untuk pertandingan resmi Liga 2 sebanyak 7 kali.

“Kami akan kaji dulu untuk tarif pertandingan liga sebelum ada penyesuaian. Kalau untuk tarif latihan tetap sama, yakni Rp 750.000 per dua jam pemakaian. Begitu juga tariff lintasan atletik Rp 50.000 sekali pemakaian dan tariff sosial Rp 400.000 untuk pemotretan prewedding,” katanya.

Soal PPSM terdegradasi, Yonas mengaku, DPU-PR sebagai pengelola stadion ikut prihatin dengan kenyataan tersebut. Terutama terkait dengan pendapatan yang diraih dari pertandingan resmi diperkirakan akan mengalami penurunan.

“Total pendapatan dari stadion sampai sekarang mencapai Rp 135 juta, sebanyak Rp 70 juta di antaranya dari pertandingan resmi Liga 2 Indonesia yang dilakoni PPSM. Jumlah pendapatan itu sudah melampaui target Rp 85 juta per tahun,” jelasnya.

Dengan terdegradasinya PPSM ke Liga 3 Indonesia, ia khawatir pendapatan dari sewa stadion akan menurun. Pihaknya pun dituntut berpikir keras untuk mencari sumber pendapatan lain, sehingga target tiap tahun tetap terpenuhi.

“Salah satunya kami sangat menunggu realisasi dari wacana PSIS Semarang yang ingin menggunakan Stadion Soebroto sebagai homebase mereka, karena Jatidiri akan direnovasi. Kami harap PSIS jadi, sehingga kami bisa tenang untuk pendapatannya,” paparnya. 

(Asef Amani /SMNetwork /CN41 )