image

RAIL LIBRARY: Direktur Personalia dan Umum PT KAI (Persero) Apriono Wedi Krisntanto (kanan) menerima penjelasan terkait fasilitas Rail Library yang berada jadi satu dengan rangkaian Rail Clinic generasi keempat saat mengunjungi Balai Yasa Yogyakarta, Kamis (14/9). (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)

14 September 2017 | 13:24 WIB | Ekonomi dan Bisnis

Dilengkapi Perpustakaan Berjalan, PT KAI Luncurkan Rail Clinic Generasi Keempat

  • · Perkuat CSR Perusahaan

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com- Perusahaan plat merah di dunia perkeretaapian, PT KAI (Persero) segera meluncurkan Rail Clinic generasi keempat. Dilengkapi perpustkaan berjalan, rangkaian kereta yang terdiri dari empat gerbong tersebut tengah menjalani penyelesaiaan akhir di Balai Yasa Yogyakarta.

“Kami targetkan 18 September sudah selesai dan bisa dioperasikan. Saat ini tengah finishing tahap akhir untuk melengkapi beberapa item yang belum terpasang,” tutur Direktur Personalia dan Umum PT KAI (Persero) Apriono Wedi Krisntanto saat mengecek langsung pengerjaan rail clinic di Balai Yasa Yogyakarta, Kamis (14/9).

Menurut Apriono, target sasaran dari rail clinic edisi keempat ini sama halnya tiga kereta sejenis yang sudah terlebih dahulu diluncurkan sebelumnya. Mengedepankan untuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil atau di lokasi yang sulit diakses tranportasi. Tak hanya itu dengan dilengkapinya perpustakaan berjalan, diharapkan nanti dapat digunakan oleh masyarakat yang menunggu giliran untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

“Biasanya kereta ini ditempatkan di stasiun-stasiun yang aksesnya sulit ditembus. Dengan space ruang yang lebih besar tentunya bisa membuat penggunanya lebih nyaman lagi,” ungkap dia.

Bersama jajaran PT KAI Pusat, Apriono juga didampingi perwakilan dari PT Jasa Raharja. Kehadiran perusahaan tersebut untuk lebih memperkuat CSR (corporate social responsibility) di masing-masing perusahaan.

“Kami masuk ke sini dalam bagian dari Sinergi BUMN. Sistem kerjanya melengkapi sejumlah peralatan salah satunya peralatan kedokteran,” sambung Kepala Urusan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan PT Jasa Rajarha Hery Mujiono.

Entang Sutisna selaku Manager Quality Control Balai Yasa Yogyakarta menambahkan, pengerjaan rail clinic generasi keempat sudah dilakukan sejak empat bulan terakhir. Pihaknya merehab total sebuah eks kereta diesel (KRD) yang tersimpan lama di Dipo Lokomotif Sidotopo Surabaya untuk menambahkan beberapa bagian seperti ruang USG, Ruang Penyuluhan, Ruang Kebidanan untuk melahirkan, ruang perawatan gigi.
“Upgrade terutama dari sisi interiorinya, tapi kalauengine

masih standar,” imbuh dia.

Adapun Humas PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto menyebut rencananya rail clinic generasi keempat ini akan dioperasikan di Pulau Jawa.

“Untuk tiga generasi sebelumnya sudah disebar seperti dua rail clinic di Sumut dan Sumsel serta satu lagi di Pulau Jawa,” tandas Eko. 

(Gading Persada /SMNetwork /CN19 )