• KANAL BERITA

PMI Salatiga Ingin Donor Darah Jadi Gaya Hidup

Sekretaris PMI Kota Malang Tris Surya Hadi (kiri) melayani dialog dengan Ketua PMI Salatiga Muh Haris dan para pengurus lain di Kantor PMI Kota Malang. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)
Sekretaris PMI Kota Malang Tris Surya Hadi (kiri) melayani dialog dengan Ketua PMI Salatiga Muh Haris dan para pengurus lain di Kantor PMI Kota Malang. (suaramerdeka.com/Moch Kundori)

MALANG, suaramerdeka.com - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga melakukan studi banding ke PMI Kota Malang, baru-baru ini. Rombongan dari Salatiga dipimpin Ketua PMI, Muh Haris, beserta segenap pengurus PMI Kota dan Kecamatan melihat dari dekat kondisi gedung dan kinerja para pengurus PMI di Kota Malang. 

Rombongan diterima Sekretaris PMI Kota Malang Tris Surya Hadi, kepala unit tranfusi darah (UTD) PMI Kota Malang, Enny Sekar Rengganingat, dan sejumlah pengurus lain. 

Ketua PMI Salatiga, Muh Haris, mengaku banyak manfaat dari kunjungan itu. Di antaranya PMI bekerja sama dengan pihak-pihak swasta dan pemerintah sebagai pihak yang menangani kegiatan pelatihan tentang keselamatan kerja yang dilakukan PMI Kota Malang. Juga pelatihan pertolongan pertama terhadap pegawai kantor baik pemerintah mau pun swasta.

Hal yang lebih istimewa lagi, kata dia, adalah kesadaran warga Malang untuk menjadi pendonor darah aktif datang secara mandiri ke PMI Kota Malang. Rata-rata per hari 200 orang mendonorkan darahnya. 

"Kami perlu terus lakukan penyadaran kepada masyarakat Salatiga agar donor darah itu menjadi life style (gaya hidup) bagi masyarakat Salatiga. Kami akui PMI Kota Malang lebih maju karena sebagai kota besar. Bahkan PMI Kota Malang terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya. Kita perlu belajar," katanya. 


(Moch Kundori/CN40/SM Network)