• KANAL BERITA

Temuan Tulang Kerangka Manusia di Salem Sulit Terindentifikasi

MENDATA : Anggota Koramil dan Polsek Salem melakukan pendataan terhadap temuan tulang kerangka manusia yang ditemukan di areal bekas longsoran Gunung Lio di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes.  (suaramerdeka.com / dok)
MENDATA : Anggota Koramil dan Polsek Salem melakukan pendataan terhadap temuan tulang kerangka manusia yang ditemukan di areal bekas longsoran Gunung Lio di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes. (suaramerdeka.com / dok)

BUMIAYU, suaramerdeka.com – Sejumlah tulang kerangka manusia ditemukan di area bekas longsoran Gunung Lio di Desa Pasirpanjang, Kecamatan Salem, Brebes, Senin (2/12). Kerangka itu diduga salah satu dari empat korban longsor yang dinyatakan hilang pada musibah longsor hampir dua tahun lalu. “Ditemukan beberapa tulang yang diduga kerangka manusia yaitu meliputi tulang kaki, jari-jari kaki dan tangan, tulang belakang, tulang panggul dan tulang dahi,” jelas Camat Salem Ari Nur HY, Selasa (3/12).

Namun Camat Salem mengatakan temuan kerangka manusia tersebut sulit didentifikasi oleh tim medis Puskesmas Bentar. "Tulang kerangka ditemukan tidak utuh, jenis kelamin juga sulit diketahui. Hanya tinggi badan diperkirakan 150 sentimeter," katanya.

Tulang kerangka manusia itu ditemukan dua petani Desa Pasirpanjang , Abidin (57) dan Ahya Wisona (72), warga Desa Pasirpanjang, sekitar pukul 14.00, saat keduanya beraktivitas di kebun yang merupakan bagian dari areal seluas 16,8 hektare terdampak longsor pada Februari 2018.

Ketika hendak menggali saluran air untuk tanaman kacang tanah, cangkul Abidin membentur benda keras.  Setelah penggalian lebih dalam ditemukan kerangka manusia. Keduanya langsung melapor ke pemerintah desa setempat.

Danramil 13 Salem Kodim 0713 Brebes melalui Bati Tuud, Pelda Jahri, mengatakan setelah menerima laporan tersebut, anggota Polsek Salem bersama anggota Unit Intel Kodim 0713 Brebes wilayah Salem dan Babinsa Koramil 13 Salem, piket Satpol PP Salem, mendatangi TKP.

Camat Ari Nur HY menambahkan, forum pimpinan Kecamatan Salem bermusyawarah dengan keluarga atau ahli waris korban yang hilang dalam peristiwa longsor. "Hasilnya, ahli waris tidak mempermasalahkan hasil tes medis yang tidak bisa mengidentifikasi identitas dari tulang kerangka manusia yang ditemukan tersebut," ujarnya.

Selain itu, ahli waris juga sepakat untuk menguburkan kembali tulang kerangka tersebut di tempat pemakaman umum secara layak."Setelah musyawarah, langsung dilakukan pemakaman di TPU Julang Desa Pasirpanjang," kata camat.


(Teguh Inpras Tribowo/CN26/SM Network)