• KANAL BERITA

Dampak Angin Kencang Masih Ditangani

Foto merdeka.com
Foto merdeka.com

SLEMAN, suaramerdeka.com - Selang sehari pasca kejadian hujan disertai angin kencang, Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman masih melakukan penanganan dampaknya di lapangan. Peristiwa yang terjadi Senin (2/12) sekira pukul 13.15 WIB itu mengakibatkan kerusakan pada setidaknya 23 rumah warga di wilayah Kecamatan Prambanan.

Musibah itu juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang hingga menutup akses jalan. Beberapa dampak kerusakan sudah terkondisi langsung pasca kejadian namun sebagian, belum sehingga dilanjutkan tindakan penanganannya pada Selasa (3/12). Laporan di BPBD Sleman, ada tiga lokasi desa yang terdampak yakni Madurejo, Bokoharjo, dan Sumberharjo. Semuanya masuk wilayah Prambanan. 

"Beberapa sudah terkondisi hari kemarin antara lain di Dusun Morbangun, Serut, Singoderepan, Candisingo, dan Totogan," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, Rabu (3/12).

Jenis kerusakan yang menimpa rumah penduduk sebagian besar berupa genting dan asbes terbawa angin. Beberapa hunian juga ada yang tertimpa pohon seperti rumah milik Sri Lestari dan Mujiran, warga Dusun Totogan Desa Madurejo.

Kepala Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta Reni Kraningtyas menerangkan, angin kencang masih berpotensi terjadi hingga bulan Januari 2020. Untuk itu, masyarakat diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem disertai angin kencang tersebut. 

"Antisipasi bisa dilakukan dengan memangkas pohon yang sudah rimbun. Update terus juga informasi BMKG terkini," ujarnya.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)