• KANAL BERITA

Dokumen Larap Perlu Disempurnakan

Program Kotaku Palagan Ambarawa

Kepala Barenlitbangda Kabupaten Semarang, Anang Dwinanta menyampaikan paparan dan arahan kepada perwakilan beberapa pemangku kepentingan yang hadir dalam Pembimbingan Singkat di C3 Hotel Ungaran, Senin (2/12) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
Kepala Barenlitbangda Kabupaten Semarang, Anang Dwinanta menyampaikan paparan dan arahan kepada perwakilan beberapa pemangku kepentingan yang hadir dalam Pembimbingan Singkat di C3 Hotel Ungaran, Senin (2/12) siang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Dokumen Land Acquisition and Resettlement Action Plan (LARAP) untuk Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) Kabupaten Semarang Kawasan Palagan Ambarawa perlu disempurnakan. Keterangan itu disampaikan Koordinator Tim Kotaku Kabupaten Semarang, Yosef Krido Priyono, di sela Pembimbingan Singkat di C3 Hotel Ungaran, Senin (2/12) siang.

Menurutnya, penyempurnaan dokumen yang dimaksud diperlukan untuk menekan persoalan sosial dan lingkungan. “Jangan sampai timbul gejolak, apalagi di Ambarawa ada aktivitas pedagang dan angkutan umum,” katanya.

Maka diperlukan perumusan melalui duduk bersama melibatkan lintas sektoral termasuk keterlibatan masyarakat setempat dalam membahas program pemerintah pusat ini. Mengingat, perencanaan yang disusun lebih mengarah ke partisipasi.

“Harus mengakomodasi bagaimana keinginan masyarakat. Kemudian, bagaimana itu diterjemahkan melalui kebijakan pemerintah daerah,” imbuh dia.

Artinya, dia berharap rencana yang ada tidak menabrak rambu-rambu atau regulasi yang sudah ada sebelumnya. Karena bagaimana pun juga, Yosef Krido Priyono menegaskan, masyarakatlah harusnya yang diuntungkan.

Sebagaimana diketahui, Pembimbingan Singkat hendak digelar selama empat hari. Dari Senin-Kamis (2-5/12). Dalam kesempatan itu, Koordinator Kotaku mengundang pihak yang berwenang serta berkepentingan termasuk perwakilan pedagang dan organda untuk berdiskusi terkait skenario penataan pedagang, kelancaran lalu lintas, serta skenario pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

“Intinya ada di sana. Nah, itu akan dirumuskan untuk beberapa hari ke depan untuk melengkapi proses yang sudah dilakukan,” papar dia.

Kepala Barenlitbangda Kabupaten Semarang, Anang Dwinanta menuturkan, apa yang direncanakan mestinya didukung penuh oleh semua pemangku kepentingan dan masyarakat. Ia berharap, perwakilan yang hadir dalam pembimbingan singkat tidak terjebak pada manajemen birokrasi. Jika diperlukan, pihaknya mempersilahkan untuk mengedepankan komunikasi lintas sektoral.

“Demikian halnya dengan Pemkab Semarang, akan membantu penuh. Jadi mohon keseriusan dari semuanya,” tutur Anang.


(Ranin Agung/CN40/SM Network)