• KANAL BERITA

Indonesia Konsumen Produk Halal Terbesar Dunia

foto: suaramerdeka.com/Budi Nugraha
foto: suaramerdeka.com/Budi Nugraha

MALANG, suaramerdeka.com - Rektor Universitas Brawijaya, Prof Nuhfil Hanani mengatakan, dengan menghitung potensi pasar yang luar biasa, Indonesia adalah konsumen produk halal terbesar di dunia. Sehingga dalam pembangunan ekosistem halal akan memberikan perubahan besar, bukan hanya bagi Indonesia melainkan untuk dunia.

"Ke depan, Indonesia tidak hanya dikenal sebagai konsumen terbesar, tetapi produsen terbesar produk halal dunia,’’ kata Prof Nuhfil, pada acara International Halal & Thayyib Conference 2019 di Kampus Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, baru-baru ini.

Dengan melihat potensi itu, Rektor Unibra menegaskan pihaknya bertekad menjadikan studi halal menjadi Center of Excellence, pusat-pusat pertumbuhan studi tentang halal. "Universitas Brawijaya bertekad memelopori penciptaan tenaga andal yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memajukan industri halal dari jenjang S-1," jelasnya.

Sebelumnya Wapres KH Ma'ruf Amin mengatakan sertifikasi halal Indonesia merupakan yang terbaik di dunia. Terlebih lagi, Universitas Brawijaya merupakan kampus pelopor pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Prof Nuhfil, lebih lanjut menyatakan, studi halal menyangkut aspek material halal, teknologi berbasis proses produksi halal, gizi dan kesehatan, penguatan regulasi halal, pengembangan ekonomi halal berbasis keuangan Islam, pariwisata dan media halal, pengembangan literasi dan penguatan masyarakat.

Selain itu, Unibra terus menggalakkan forum-forum ilmiah yang mengkaji secara rutin perkembangan ekosistem halal. ‘’Salah satunya dengan mengadakan International Halal Festival setiap tahun,’’ kata Prof Nuhfil.

Menurut Prof Nuhfil, keterkaitan ekonomi halal, industri halal, dan sistem keuangan Islam, menjadi faktor penentu bagi perkembangan ekosistem halal secara keseluruhan. Dalam konteks itu, negara menjadi faktor kunci.

‘’Kita mengakui cukup terlambat untuk memulai menekuni sektor ini. Bandingkan dengan negara jiran Malaysia yang lebih satu dasawarsa membangun kebijakan terpadu ekosistem halal,’’ kata Rektor.


(Budi Nugraha/CN40/SM Network)