image

Foto: istimewa

17 Juni 2014 | 11:48 WIB | Tips

Smoke Free Rangers Gagas Pembuatan Permen Antrum

BERANGKAT dari keresahan mengamati perilaku masyarakat yang belum menyadari akan bahaya rokok dan kerugian di dalamnya, empat sekawan yang menyebut diri mereka SMOKE FREE RANGERS bersikeras menciptakan Desa Bebas Asap Rokok di Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.

Tim solid yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro itu beranggotakan Widya Ratna Wulan (21), Rachman Ramadhana (22), Dewi Mulyaningsih (20), dan Nabilah Fairussiyah (19).

Mereka lalu menciptakan sebuah solusi konkrit untuk masalah ini salah satunya melalui pengembangan masyarakat kelurahan Meteseh menjadi Desa Bebas Asap Rokok.

Melalui pengajuan proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat yang akhirya didanai oleh Dirjen Perguruan Tinggi, keempat sekawan ini optimistis mampu menciptakan Tim Konseling Berhenti Merokok.

Adapun sasaran pemberdayaan mereka adalah ibu-ibu anggota PKK dan Sub Kesehatan Desa Kelurahan Meteseh yang dilatih untuk menjadi konselor bapak-bapak yang masih merokok agar berhenti merokok melaui inovasi baru, yaitu Permen ANTRUM (Anti Nicotin Citrus Gum) yang bermanfaat menghambat ketergantungan nikotin untuk merokok.

Langkah-langkah konkrit yang telah dilakukan oleh SMOKE FREE Rangers adalah mengadakan pelatihan rutin yang telah dilaksanakan pada (14/4), (15/5) dan (27/5).

Kegiatan dalam pelatihan tersebut yaitu Pelatihan awal tentang bahaya dan kerugian rokok, Pelatihan Konseling Berhenti Merokok untuk para ibu-ibu, sekaligus simulasi langsung menjadi konselor kepada bapak-bapak yang merokok,

Menariknya, selain pemberdayaan ibu-ibu PKK dan SKD Kelurahan Meteseh dalam hal konseling berhenti merokok, dilakukan juga pembuatan permen ATRUM yang mampu menghambat keinginan untuk merokok dan efek ketergantungan nikotin.

Pemen ANTRUM ini merupakan media penghambat ketergantungan nikotin pada perokok yang dikemas dalam permen rasa jeruk berdasarkan artikel ilmiah yang mereka dapatkan.

Permen ini sudah diuji coba oleh beberapa perokok aktif dimana sebelum merokok mereka mengkonsumsi permen tersebut dan ketika sudah merokok, efek dari permen tersebut adalah membuat rasa mual dan asam dalam mulut sehingga perokok aktif enggan merokok karena rasanya yang tidak enak.

Alasan lain mengambil sasaran ibu-ibu adalah karena mereka merupakan kepanjangan tangan masyarakat untuk kesehatan keluarganya terutama suami dan anak-anaknya yang dalam hal ini mereka adalah perokok.

Harapannya ibu-ibu ini setelah diberi pelatihan konseling berhenti merokok dengan media permen ANTRUM sebagai media promosi kesehatan stop merokok yang mereka produksi dan kemas secara mandiri, mampu menjadi konselor pribadi bagi keluarga dan masyarakat Kelurahan Meteseh sehingga jumlah bapak-bapak yang merokok berkurang, minimal jumlah rokok yang mereka konsumsi.

Seperti jargon yang mereka dengungkan, "Healthy Inside, Smoke Free Outside", keempat sekawan ini optimistis bapak-bapak yang merokok akan lebih sehat fisiknya karena tidak merokok, dan udara di lingkungan yang bersih karena bebas asap rokok.

(Widya Ratna Wulan /CN19 )