image

Foto: istimewa

19 Agustus 2014 | 17:44 WIB | Medis

Kondisional, Pemberian Obat Pada Luka

PEMBERIAN obat pada luka di tubuh sangat kondisional untuk dilakukan. Sebab, tidak semua luka yang terjadi harus ditangani secara medis dengan obat-obatan.

Hal itu disampaikan praktisi perawatan luka Wocare Center Bogor, Lelik Adiyanto SKep RN MVHtN MNNLP pada Pelatihan Perawatan Luka di Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (Fikkes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Selasa (19/8).

Dia mengatakan, perawatan dan penyembuhan luka selama ini hanya memperhatikan teknis saja. Sedangkan dari sisi konsep bagaimana cara menyembuhkan kerap diabaikan.

"Sehingga akibatnya berakibat fatal, misalnya luka yang terjadi karena penyakit diabetes yang seharusnya tidak perlu diamputasi akhirnya ditangani dengan cara itu," ungkapnya kepada peserta yang mayoritas perawat, dosen, dan mahasiswa itu.

Menurut dia, jika perawat tetap konsisten merawat atau menangani luka tanpa meninggalkan konsep, mereka akan bertindak dengan mempertahankan luka dalam kondisi alami.

Seperti luka lebam, untuk menyembuhkannya harus mempertahankan kondisi luka dalam keadaan lembab; sehingga bisa sembuh secara alami tanpa menggunakan obat.

Selama ini masyarakat masih memahami bahwa luka, yang terjadi baik karena kecelakaan atau penyakit harus segera diobati.

Padahal yang perlu diperhatikan adalah memberikan pertolongan pertama dengan mencuci bersih luka dan menjaga kelembabannya.

"Adapun yang paling utama adalah menghindari kontaminasi dan sebisa mungkin tidak menggunakan obat-obatan, karena secara prinsip tubuh dapat menyembuhkan sendiri," jelasnya.

Sementara konsep luka yang terjadi karena penyakit seperti diabetes, agar sembuh pasien juga harus memperhatikan gula darah dan tetap menjaga pola hidup sehat.

Ketua Panitia Pelatihan Perawatan Luka, Amin Samiasih SKp MSi Med MCH mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualifikasi para perawat yang akan memasuki dunia kerja. Sedangkan, bagi dosen juga untuk diajarkan kepada peserta didik yang merupakan calon perawat.

(Anggun Puspita /SMNetwork /CN33 )