image

Foto: istimewa

22 Juli 2014 | 11:52 WIB | Ibu dan Anak

Antar Sahabat Berbagi Gen yang Sama

KESAMAAN pola pikir dan pandangan hidup, hingga kegemaran biasanya memunculkan rasa persahabatan.

Pertemanan yang terjalin akan semakin kuat, bila rasa saling menghargai dan toleransi dihadirkan dalam kondisi suka maupun duka.
 
Namun tahukah; Anda mungkin memiliki lebih banyak kesamaan dengan sahabat terdekat. Penelitian mengungkapkan, mereka yang saling bersahabat memiliki kesamaan pada sebagian jumlah gen.

Para ahli genetika menemukan bahwa dua sahabat (yang tidak berhubungan darah) memiliki paling tidak 1 persen gen yang sama persis.

"Satu persen mungkin tidak terdengar banyak untuk orang awam, tetapi untuk ahli genetika itu adalah ukuran yang besar," kata Profesor Nicholas Christakis, dari  the Human Nature Lab, Yale University.

Ini berarti bahwa, dengan hanya menguji DNA, para ilmuwan bahkan mampu menebak apakah dua orang dapat cenderung berteman. Tes semacam ini diklaim lebih akurat daripada alat genetik yang digunakan untuk memprediksi risiko obesitas atau skizofrenia.

Profesor James Fowler, asiten penelitian yang juga ahli genetika medis di University of California, San Diego, mengatakan: "Melihat dari seluruh genom, kita menemukan bahwa rata-rata, kita secara genetik mirip dengan teman-teman kita."

"Kita memiliki lebih banyak kesamaan DNA dengan orang yang kita pilih sebagai teman, daripada yang kita lakukan dengan orang asing dalam populasi yang sama," katanya dilansir dailymail.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Prosiding of National Academy of Sciences ini menganalisis genetik 2.000 orang.

Mereka menulis: "Manusia mungkin - ketika memilih teman-teman dari kalangan individu yang sangat tidak berhubungan dengan mereka - memilih individu yang menyerupai mereka pada tingkat genotipe."

Gen yang mempengaruhi indera penciuman, sebutnya, merupakan yang paling mirip antar teman. Ini mungkin dikarenakan gen penciuman mengarahkan kita masuk ke lingkungan yang sama.

Orang-orang yang menikmati aroma kopi, misalnya, mungkin lebih cenderung untuk sering ke kafe.

Hal sebaliknya juga berlaku untuk gen yang mengendalikan kekebalan. Sekelompok orang yang menjalin persahabatan lebih mungkin untuk sama-sama kebal terhadap penyakit tertentu.

(Linda Putri /CN33 )