logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 09 Februari 2008 NASIONAL
Line

Independen Kunci Profesionalisme Pers

SEMARANG- Pers memiliki peran strategis dalam membangun citra bernegara. Peran itu merupakan kunci bagi bangsa untuk menjawab keterpurukan. Demikian diungkapkan Ketua MPR Hidayat Nurwahid sebagai pembicara kunci dalam Konvensi Media Massa se-Indonesia dalam Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2008 di Patra Semarang Convention Hotel, Jumat (8/2).

Dengan memiliki peran kunci strategis, pers diharapkan mampu menyumbangkan partisipasinya dalam mewujudkan visi Indonesia 2030. "Indonesia bisa sejajar dengan negara-negara besar di dunia. Semoga apa yang kita ciptakan ini bisa terwujud," ungkapnya.

Pers, menurut dia, adalah sebuah peran yang memosisikan diri dalam pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat. Karena itu, diperlukan informasi yang akurat dan berisi. Fungsinya sebagai media yang memberikan informasi, menghibur, dan kontrol sosial. Dia menyatakan, penguatan organisasi menjadi independen terhadap kepentingan tertentu adalah kunci untuk menuju profesionalisme pers.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) M Nuh menyatakan, insan pers tidak perlu ragu mengembangkan perannya terhadap perkembangan negara. Pasalnya, pers memiliki peran yang strategis dalam menyajikan informasi. "Informasi inilah yang menentukan perilaku masyarakat. Informasi melalui berita bisa menumbuhkan rasa percaya diri masyarakat," kata dia.

Lima Peran

Menurut Sekretaris Indonesia Forum Raden Pardede, ada lima peran yang harus diambil Indonesia. Pertama, masuk lima besar negara maju di sektor ekonomi, tingkat pendapatan per kapita mencapai 18 ribu dolar AS/tahun (sekitar Rp 162 juta), menjadi 10 negara tujuan wisata, 30 perusahaan Indonesia harus masuk 500 perusahaan maju dunia, serta mengedepankan kemandirian.

Untuk membahas topik itu dihadirkan narasumber di antaranya pengamat ekonomi M Chatib Bisri, CEO Mahaka Media Erick Thohir dan Lucky AM dari PRSSNI, serta Wakil Direktur Jawa Pos Grup Azrul Ananda.

Beberapa tokoh pers turut memberikan sumbang saran yakni wartawan senior Rosihan Anwar dan Sabam Leo Batubara.

Pemimpin Umum Suara Merdeka Ir Budi Santoso menyatakan, di era otonomi daerah peran pers lokal memiliki andil besar bagi perkembangan daerah. Peran di semua sektor terkontrol, bahkan kasus-kasus korupsi kerap terungkap dengan kejelian media. "Setidaknya pers lokal memiliki andil besar dalam membangun masyarakat yang bermartabat," kata dia. (H37,J8-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA