| Sabtu, 09 Februari 2008 | NASIONAL |
Potensi Longsor Masih TinggiSEMARANG- Potensi longsor di wilayah Jateng bagian diprediksi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) masih cukup tinggi. Hal itu terkait prakiraan curah hujan mulai dari 500 mm hingga 800 mm dalam bulan ini. Sebagai contoh di Dukuh Marenggeng, Desa Sindangwangi, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes yang sempat diguyur hujan deras dua hari berturut-turut sebelum longsor yang menewaskan tujuh orang. Menurut Koordinator BMG Jateng Ir HM Chaeran, dalam beberapa hari ke depan masih terjadi intensitas hujan yang cukup deras. ''Di sebagian besar Kabupaten Brebes bagian selatan, curah hujan mulai 400 mm sampai dengan 500 mm. Kemudian sampai ke bagian utara mulai Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Pati hingga Jepara,'' terang dia. Bahkan curah hujan lebih tinggi muncul di kaki Gunung Slamet seperti di Moga, Kabupaten Pemalang. Curah hujan diperkirakan mencapai 400 mm hingga 800 mm. Di Kandangserang, Kabupaten Pekalongan juga sekitar 700 mm hingga 800 mm. Curah hujan seperti itu, yang juga terjadi di Karanganyar, Boyolali, Wonosobo dan Temanggung, juga diselingi dengan tiupan angin kencang hingga 20 knots dan sambaran petir. ''Dampak selanjutnya, memang sejumlah sungai besar seperti Sungai Pemali, Kaligangsa, Kemiri, Ketiwon dan Kali Rambut debit airnya naik drastis. Bahkan beberapa sudah meluap,'' tuturnya. Terpisah salah seorang tenaga pendamping masyarakat atau pendamping masyarakat perhutanan sosial RPH Cikuning, BKPH Bantarkawung, KPH Pekalongan Barat Kiai Agus Mudrik mengungkapkan, sebenarnya longsor di Desa Sindangwangi tepatnya di hutan pinus petak 40, kondisi hutan cukup lebat. ''Pepohonan juga cukup rapat. Jadi longsor bukan karena akibat ada penebangan liar,'' kata dia yang juga pengasuh Ponpes Bustanul Arifin Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes. Hujan Deras Dari pantauannya sebagai pendamping masyarakat dan mitra Perhutani KPH Pekalongan Barat, pihaknya menduga longsor bermula dari hujan deras yang turun sebelumnya selama dua hari berturut-turut. Di tengah permukiman penduduk, kata dia, semula ada aliran air nonpermanen yang mengalir lurus masuk ke Dukuh Marenggeng. Namun warga pedukuhan itu diduga membelokkan arah arus saluran berbelok ke selatan berdekatan tebing. Saluran air itu semula lebar satu meter, namun saat hujan deras disertai longsoran tanah lebarnya menjadi lima meter. Derasnya arus tersebut langsung menghantam tebing kemudian longsorannya menimpa rumah warga. Kini ancaman longsor juga terdapat di petak 41 RPH Cikuning. Ada belasan rumah yang terancam longsor. ''Saya berharap Pemkab Brebes segera memperhatikan persoalan ini,'' terang dia yang juga Kepala Banser Kabupaten Brebes. (D12,H21-60) |