| Sabtu, 09 Februari 2008 | NASIONAL |
Polair Kerahkan Dua Kapal
SEMARANG- Ditpolair Polda Jateng mengerahkan dua kapal dengan jumlah personel sekitar 30 orang untuk mencari korban tenggelam Kapal Layar Mesin (KLM) Sumber Utama. Dua kapal polisi tersebut yaitu Kapal 625 dan Kapal 617. ''Dua kapal itu sudah dioperasikan sejak kami menerima laporan tenggelamnya KLM Sumber Utama. Kapal itu sudah menyisiri atau berlayar dari Semarang ke Kalimantan Selatan, namun hasilnya masih nihil,'' kata Pjs Dirpolair Polda Jateng Kompol Dwiyanto, Jumat (8/2). Seperti diberitakan, KLM Sumber Utama tenggelam di sekitar perairan Pulau Mandalika, Sabtu (7/1). Saat berangkat kapal dengan tujuh ABK tersebut membawa beban 60 ton. Terdiri atas mebeler dan sembako. Diduga kapal tenggelam akibat cuaca buruk. Ketujuh ABK itu adalah Umar (nahkoda), Abdullah Jurni (mualim I), Alkandri (kepala kamar mesin), Triyono dan Arifin (juru mudi), serta Efendi dan Ari (juru minyak). Kompol Dwiyanto menjelaskan kronologis tenggelamnya KLM Sumber Utama. Jumat (1/2) sekitar pukul 11.45. Kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Emas menuju Pontianak, Kalimantan Barat. Kecelakaan Laut Sabtu (2/2) sekitar pukul 05.00, seorang awak kapal menghubungi pemilik KLM Sumber Utama di Pontianak melalui handphone (hp) dan menginfomasikan bahwa kapal mengalami kecelakaan laut di perairan antara Jepara- Karimunjawa. Senin (4/1) sekitar pukul 16.15, agen pelayaran melaporkan peristiwa tersebut ke Ditpolair Polda Jateng. ''Salah seorang awak Abdullah Jurni (30), warga Genuk Sari RT 3 RW 2 Kecamatan Genuk Semarang, Kamis (7/2) sekitar pukul 07.45. Dia ditemukan 40 mil dari Pantai Lamongan, Jawa Timur oleh nelayan yang menggunakan perahu Barokah Illahi,'' terangnya. Selanjutnya, dia dibawa ke puskemas Lamongan dan dirujuk di RS Sultan Agung Semarang. Istri Abdullah, Darmini mengatakan, saat ini kondisinya masih shock. ''Kesehatan fisiknya sudah membaik. Namun kami belum berani bertanya banyak soal tenggelamnya kapal itu. Nasib keenam teman lainnya, menurut dia (Abdullah- red) hilang terbawa ombak besar,'' kata Darmini menirukan penuturan suaminya. (H40,D12,H21-60) |