logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 09 Februari 2008 NASIONAL
Line

Tertangkapnya Penculik Aidil (2-Habis)

Teridentifikasi berkat Nomor Kendaraan


SM/Budi Setyawan TIDAK MASUK:Teman-teman Aidil di kelas 3A SDN 1 Padamara, Purbalingga belajar seperti biasa. Namun pascapenculikan dia belum masuk kelas.(57)

TIDAK semudah membalikkan telapak tangan untuk mengetahui siapa penculik Aidil Mohammad Fiqar (9). Diawal penyelidikan, polisi mesti memutar otak seribu kali lebih cepat dari biasanya. Namun, saat mendapat informasi dari sejumlah saksi yang sempat melihat nomor kendaraan yang ditumpangi penculik, polisi sedikit bernafas lega.

Sebab saat itu, mereka hanya mendapat kepastian mobil yang dipakai tersangka Hadi Sukaryo (39) adalah Opel Blazer. Warna mobilnya hitam dan memakai nomor kendaraan H....75-TS (bukan TC seperti yang disebutkan kemarin). Akan tetapi, secuil informasi itu menjadi besar nilainya. Bermodalkan nomor kendaraan tersebut, polisi mengawali penyidikan.

Ya, informasi nomor kendaraan itu tak disangka menjadi titik terang teridentifikasinya penculik Aidil. Usai mendapat kabar itu, polisi langsung melacak nomor kendaraan yang dimaksud. Meminta bantuan Ditlantas Polda Jateng, polisi menelusuri seluruh identitas mobil Opel Blazer yang bernopolkan H.

Seperti diketahui, H adalah nomor kendaraan untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya. Awalnya ada empat identitas yang mirip dengan identitas mobil tersangka. Setelah dilacak dengan seksama, hanya satu nomor kendaraan yang laik dicurigai, yakni H-8875-TS. Mobil itu awalnya milik Jarwoto warga Sambungan, Ungaran.

Dapat Identitas

"Namun, mobil tersebut kemudian dibeli orang Purwokerto dan akhirnya dibeli oleh tersangka. Nah, dari situlah kita kemudian mendapat identitas tersangka," kata Kanit Resmob Polda Jateng AKP Puji Sumarsono SH MH yang mengerahkan anggotanya dalam perburuan dan kejar-kejaran mobil dengan tersangka.

Kapolsek Ungaran AKP Sukiyono SH MH juga memerintahkan anggotanya untuk mengecek dan melacak identitas pemilik awal mobil tersebut. Sebab, pemilik awal mobil diketahui berasal dari wilayah hukum yang menjadi tanggung jawabnya. Mantan Kanit Resmob Polwiltabes Semarang itu, juga cukup berperan dalam meringkus tersangka hingga akhirnya dibekuk di Mapolsek Ungaran.

Dari penelurusan polisi, diketahui mobil tersebut dipastikan beberapa kali berpindah tangan dan terakhir dimiliki Hadi Sukaryo. Berbekal keterangan itulah, polisi akhirnya memburu dan melacak tersangka. Polisi kian menemukan titik terang keberadaan tersangka, lantaran beberapa jam setelah menculik, Hadi menghubungi ponsel Junjung SE (37).

Tanpa disadari tersangka, nomor yang digunakan untuk berkomunikasi tersebut sebenarnya adalah milik seorang anggota polisi yang masih kerabat dengan keluarga korban. Dari situlah polisi memancing tersangka untuk digiring sebelum akhirnya dikepung dan menyerah.

Belum Sekolah

Terlepas dari semua itu, Aidil mungkin termasuk anak beruntung. Sebab meski diculik oleh orang yang tidak dia kenal, penculik memperlakukannya dengan baik. Hal ini pula yang disyukuri Junjung, orang tuanya yang mengelola Akuarium Raksasa Purbsari Pancuran Mas, Purbalingga.

"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada masalah dengan Aidil. Dia beraktivitas seperti biasa. Dia tidur juga nyenyak. Jam 19.00 sudah tidur sampai pagi. Dia juga tidak ketakutan melihat orang asing yang belum dikenalnya," kata Junjung.

Menurut dia, Aidil tidak menunjukkan tanda-tanda trauma paskapenculikan dimungkinkan karena penculik bersikap baik kepadanya. Pelaku tidak berbuat kasar, tidak membentak-bentak selama membawa si kecil. Bahkan pelaku malah membelikan baju dan sepatu.

"Hari pertama penculikan saya sempat telepon-teleponan dengan Aidil. Namun pada hari kedua, setiap kali saya telepon yang mengangkat adalah pelaku. Mungkin karena berita penculikan itu sudah muncul di berbagai media," kata pria yang murah senyum itu.

Meski tidak trauma, Junjung tetap membawa anaknya ke psikiater di RSUD Margono di Purwokerto. Hal itu juga atas anjuran psikolog Polda Jateng saat masih berada di Semarang. Dia berharap, anaknya tidak sampai menjalani terapi macam-macam. "Untuk sementara Aidil masih belum masuk sekolah. Mungkin Senin juga masih belum masuk. Biar dia istirahat dahulu. Kami berharap sekolah memberi dispensasi kepadanya mengingat apa yang baru saja dia alami. Nanti kalau dia sudah siap sekolah lagi, pasti akan kami antar ke sekolah," katanya.

Sementara aktivitas para siswa SDN 1 Padamara, Jumat (8/2) berjalan seperti biasa. Tak ada perubahan yang mencolok pascapenculikan yang menimpa Aidil Mohammad Fiqar, siswa kelas 3A, yang terjadi Selasa (5/2) lalu. Pelajaran juga berjalan dengan normal, para siswa dan guru juga sibuk menjalankan rutinitasnya sehari-hari.(Fahmi ZM, Riyono Toepra, Adi Prianggoro,Arief Noegroho,Budi Setyawan-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA