| Sabtu, 09 Februari 2008 | NASIONAL |
Final Dipindah ke BandungJAKARTA-Partai final Liga Djarum Indonesia 2007 antara PSMS melawan Sriwijaya FC tidak jadi dimainkan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Waktunya pun mundur sehari, dari hari ini menjadi besok. Pertandingan tersebut dipindah ke Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung. Keputusan itu diumumkan langsung Sekjen PSSI Nugraha Besoes didampingi Direktur Kompetisi Badan Liga Indonesia (BLI) yang juga Ketua Panpel Djoko Driyono, dan Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan, kemarin. Selain karena masih dalam suasana berkabung akibat meninggalnya suporter Persija, stadion di Soreang dianggap paling representatif. Imbauan dari Mabes Polri dan Polda Metro Jaya agar laga puncak tidak digelar di Jakarta juga menjadi salah satu pertimbangan. Si Jalak Harupat menjadi pilihan utama karena dinilai memiliki kualitas yang baik dan jaraknya relatif tidak jauh dari Jakarta. "Final tetap menjadi agenda yang harus diselenggarakan BLI. Kare-na pertimbangan-pertimbangan hasil dari pertemuan dengan PSSI, diputuskan final digelar Minggu mulai pukul 19.00 WIB," tutur Djoko. Pihaknya akan menanggung semua biaya transportasi dan akomodasi akibat perpindahan lokasi. "Hari minggu adalah permintaan kami. Tetapi, kami tetap menunggu hasil persiapan keamanan dan kesiapan di sana," tambahnya. Belum Kondusif "Saya kira tidak ada masalah dengan pemindahan ini. Semua tim dan sponsor sudah setuju. Jakarta beum kondusif," ujar Sekjen PSSI Nugraha Besoes. Meski sudah menetapkan lokasi, dia masih menunggu izin resmi keamanan dari Polda Jabar. Namun , PSSI Jabar secara prinsip sudah siap. "Kami berharap Polda memberikan jaminan keamanan," katanya sembari mengatakan surat resmi ke Polda Jabar itu sudah dikirim melalui faxsimile dan e-mail pada pukul 15.45 WIB. Sehari sebelumnya Menpora Adhyaksa Dault mengancam meniadakan final, menyusul terjadinya kerusuhan antarpenonton saat semifinal, tiga hari lalu. Kerusuhan itu merenggut nyawa personel Jakmania, Mohammad Faihul. Djoko menjelaskan, kerusuhan bukan kesalahan panitia karena berada di luar lokasi pertandingan. Namun, dia mengakui sepak bola yang menjadi penyebabnya. Terkait insiden yang terjadi saat semifinal, Komdis akan melakukan kajian mengenai apakah saat itu terjadi pelanggaran yang bertentangan dengan Kode Disiplin PSSI. "Kami akan melakukan kajian terhadap seluruh masalah dan pelanggaran yang terjadi, baik di luar maupun di dalam stadion. Mudah - mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan kami sidangkan," papar Hinca, dalam acara yang sama. (wgm-22) |