logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 09 Februari 2008 NASIONAL
Line

Pingsan usai Sarapan


SM/Antara ZAENAL PINGSAN: Mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif dirawat di RS Gading Pluit, Jakarta karena tiba-tiba pingsan, Jumat (8/2). (57)

JAKARTA- Stres dan syok setelah dituntut satu tahun penjara dalam kasus pencemaran nama baik Presiden SBY, akhirnya membuat mantan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif pingsan dan terjatuh. Sebelum Zaenal Ma'arif pingsan, 'Hugo Chaves' yang dimilikinya mati mendadak empat hari lalu.

Hugo Chaves adalah burung piaraan Zaenal Ma'arif. Burung Murai ini merupakan salah satu burung yang sangat disayangi Zaenal berharga Rp 250 juta. Maklum, selama ini dia adalah pecinta burung. Bahkan, beberapa waktu lalu, ada keinginan menjadi pebisnis burung setelah diberhentikan dari DPR.

"Burungnya yang bernama Hugo Chavez mati. Setelah burungnya mati, dia SMS ke teman-temannya, isinya: Telah meninggal Hugo Chavez dimakamkan secara militer di Solo," kata istri kedua Zaenal, Yenny Natalia Lodewijk di ruang 520 RS Gading Pluit, Jakarta Utara, Jumat (8/2).

Hugo Chaves mati pada Senin (4/2). Kematian Hugo Chaves membuat Zaenal semakin terpuruk, di tengah stres dan syok yang dialaminya. SMS kepada para sahabatnya bahwa burungnya telah dimakamkan secara militer di Solo sekilas memperlihatkan Zaenal memang sedang terpukul.

Kemarin pukul 10.00 usai sarapan di rumah Yenny di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Zaenal tiba-tiba pingsan dan terjatuh. Kepalanya membentur lantai. Yenny langsung membawa suaminya itu ke RS Gading Pluit. Pria itu siuman pada pukul 14.00. Dia telah menjalani CT Scan, namun hasilnya baru diketahui Sabtu ini (9/2)

Yenni Natalia Lodewijk menuturkan, suaminya sangat terpukul setelah menerima tuntutan penjara selama 1 tahun. "Bapak syok setelah sidang terakhir. Dia sangat terpukul, di rumah bengong, ngelamun, dan nangis sendiri. Saya sedih," kata perempuan itu.

Menurut Yenni, ketika tiba-tiba pingsan, Zaenal sebelumnya sempat sarapan pagi. "Tadi pagi setelah sarapan, makan nasi putih, telur, dan selada. Ketika sedang jalan ke ruang tamu, tiba-tiba ambruk ke belakang. Saya kaget. Saya mau menahan dari belakang, nggak kuat. Akhirnya jatuh, kepalanya terbentur lantai," kata Yenni.

Beberapa hari sebelumnya, Zaenal mengirimkan SMS berisi permintaan maaf. "Karena jaksa menuntut saya 12 bulan penjara, maka sebelum masuk ke LP Cipinang, kalau ada salah dan khilaf mohon maaf," demikian isi SMS Zaenal. (dtc-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA