| Sabtu, 09 Februari 2008 | SEMARANG |
Banjir, Kereta Terlambat 10 JamSEMARANG- Hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak Kamis (7/2) pagi hingga malam, mengakibatkan banjir yang menggenangi beberapa wilayah, termasuk rel kereta api antara Stasiun Tawang dan Stasiun Alastuwa. Bahkan seluruh kereta api dari arah Surabaya, terlambat hingga sepuluh jam dari jadwal. Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) IV Semarang, Warsono menyatakan, banjir yang menggenangi rel mencapai ketinggian hingga 12 sentimeter. Sejak pukul 19:10, jalur rel yang terendam tak bisa dilewati sehingga seluruh lokomotif elektrik penarik gerbong kereta terpaksa harus diganti dengan lokomotif BB30024 di Stasiun Brumbung agar bisa dilintasi. "Jika tidak dilangsir dengan lokomotif BB30024 yang lebih tinggi, akan terjadi korsleting pada motor loko yang berjarak hanya 8 sentimeter dari rel," jelasnya. Proses langsir loko itu, imbuh Warsono, membuat kereta terlambat hingga berjam-jam. Kereta-kereta dari Surabaya terpaksa menunggu selama berjam-jam di beberapa stasiun KA, seperti Brumbung, Tegowanu, dan Gubug sebelum memasuki Stasiun Tawang. Kepala Pusat Pengendali Operasional Kereta Api Daop IV Semarang, Rahadi Suprapto mengatakan, beberapa kereta yang terlambat dari arah Surabaya, antara lain KA Kertajaya, KA Sembrani, KA Argo Bromo Anggrek, KA Rajawali, KA Kertajaya, dan KA Pandanwangi. "Kereta-kereta itu terlambat hingga sepuluh jam. Argo Bromo Anggrek yang seharusnya tiba di Stasiun Tawang pukul 03:00 terpaksa molor hingga pukul 08:40," ujar Rahadi. Ia menuturkan, titik terparah berada di Km 0+6/7 dan Km 1+2/3, dengan ketinggian genangan mencapai 12 sentimeter. "Kereta tak berani melintas, sehingga terpaksa lokomotif harus dilangsir, dan beberapa kereta lain menunggu di beberapa stasiun," tuturnya. Tak hanya kereta api dari Surabaya yang terlambat, sejumklah kereta api tujuan Jakarta-Semarang pun terkena imbasnya. Bahkan para penumpang KA Harina, dan Senja Bisnis terpaksa diturunkan di Stasiun Poncol. "Tujuannya, mempermudah kereta-kereta yang harus dilangsir," kata dia. Sekitar Kaligawe Pantauan Suara Merdeka hingga Jumat (8/2) siang, sejumlah lintasan rel kereta api di wilayah Semarang masih tergenang banjir. Rel yang tergenang itu antara lain di sekitar Kaligawe. Di Muktiharjo Kidul, bentangan rel tergenang sepanjang 100 meter. Kondisi serupa terlihat di Kampung Karangkimpul, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari. Meski bentangan rel tak kelihatan, masinis tetap mengemudikan kereta api. Untuk menghindari selip, kereta dijalankan perlahan-lahan, seperti kereta api Argo Bromo Anggrek Jurusan Surabaya-Jakarta yang melintas, Jumat siang. Sedangkan di Stasiun Tawang, rel masih tergenang setinggi 5-8 sentimeter. Bahkan peron dan ruang pembelian karcis masih tergenang rob. Papan-papan kayu pun diletakkan di sepanjang pintu masuk menuju loket serta peron hingga ruang tunggu. Adi, salah seorang penumpang KA Argo Bromo Anggrek dari Surabaya mengeluhkan situasi banjir yang membuatnya tak bisa mengikuti rapat penting di Jakarta. Ia terpaksa membatalkannya dan memilih mengembalikan tiket. Para penumpang kereta Brantas dari Poncol tujuan Kediri yang sempat tertahan di Stasiun Tawang juga terlihat kesal menunggu berjam-jam. Namun kekesalan itu akhirnya reda setelah kereta ekonomi itu, diberangkatkan pada pukul 10:45. Menurut pengawas peron Mokhamad Pangestu, keberangkatan mulai berangsur normal sejak ketinggian air terakhir mulai surut 8 cm. Tetapi di lokasi yang terendam, kereta hanya boleh lewat dengan kecepatan maksimal 5 km per jam. (J8,J14, H6-56) |