| Jumat, 08 Februari 2008 | NASIONAL |
RM Tirtoadisoeryo, Tonggak Pers NasionalPIJAKAN Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam mengangkat tema 100 tahun Pers Kebangsaan di Hari Pers Nasional (HPN) kali ini sangatlah tepat. Hal itu tidak lepas dari peran RM Tirtoadisoeryo yang membangun sejarah pers di tanah air. Pada 1907, Tirto membuat koran Medan Prijaji (baca: Medan Priyayi). Sosok asal Blora itu kerap mengkritisi kebijakan pemerintahan kolonial Belanda. Munculnya koran itu, dalam literatur sejarah pers, langsung direspons oleh banyak kalangan pribumi, terutama yang melakukan pergerakan melawan kolonial. Berawal dari koran itulah, tak lama kemudian tokoh Serikat Islam, HOS Tjokroaminoto menerbitkan koran Oetoesan Hindia (baca: Utusan Hindia). Konsepnya sama dengan Medan Prijaji, membela kaum pribumi, mengkritik pemerintahan Belanda. Setalah itu pasang-surut koran pribumi yang hadir, berani dengan pemerintahan kala itu. Apa yang dilakukan RM Tirtoadisoeryo, menurut Direktur Indeks Pres Taufik Rahzen yang juga menjabat sebagai Direktur The Blora Institute, adalah awal sejarah pers di tanah air yang berkiblat pada visi kebangsaan. ''Dia adalah bapak pers nasional. Apalagi oleh pemerintah dia ditetapkan sebagai pahlawan nasional,'' kata dia. Bertepatan dengan 100 tahun pers inilah, Indeks Pres memajang 333 wajah koran di tanah air. Mulai dari era pergerakan, kemerdekaan, orde lama, orde baru sampai era reformasi. Jenis korannya pun beragam dari yang berhaluan kiri (komunis) dan kanan (agama). Untuk bisa mendapatkan wajah koran itu, Taufik bersama tim Indeks Pres melakukan riset selama dua tahun dari 2006. Mulai mencari dari arsip nasional, milik pribadi, bahkan sampai ke Leiden (Belanda). Seni Iluminasi Selain memamerkan wajah koran tanah air, juga dikenalkan seni Iluminasi (cahaya) karya Galam Zulkifli yang memajang wajah-wajah presiden mulai Soekarno sampai Susilo Bambang Yudhoyono. Pameran juga diisi oleh LKBN Antara, Depkominfo, BIKK Pemprov Jateng, Pemkab Sragen, dan PWI Jateng. Pameran itu merupakan sebagian dari kegiatan memeriahkan HPN yang dipusatkan di Semarang, 7-10 Februari di GOR Bulutangkis Trilomba Juang, dibuka oleh Gubernur Jateng Ali Mufiz. Turut hadir, Ketua PWI Pusat Tarman Azzam serta beberapa tokoh pers nasional. Ketua Panitia Pelaksana Daerah (Panpelda) Sasongko Tedjo mengatakan, pameran pers itu merupakan sebagian dari HPN. Puncaknya akan dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Sabtu (9/2), yang akan mencanangkan ''Gerakan Gemar Membaca''. Gubernur menilai, berita yang disajikan oleh media, selain sebagai kritikan juga untuk menumbuhkan peran partisipasi masyarakat. (Dicky Priyanto, Fani Ayudea-46) |