logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 08 Februari 2008 NASIONAL
Line

Penyerbuan Markas Polisi

Pimpinan Yon 731/Kabaresi Dievaluasi

MASOHI - KSAD Letjen TNI Agustadi Sasongko Purnomo menegaskan, Mabes TNI serta Kodam XVI/Pattimura akan melakukan evaluasi dan analisis terhadap semua unsur pimpinan Yonif 731/Kabaresi, terkait aksi penyerangan markas Polres Maluku Tengah, Sabtu (2/2) lalu.

"Semua akan dievaluasi dan dianalisis kembali mulai dari yang paling atas hingga paling bawah, yakni komandan regunya," ujar Agustadi, seusai meninjau Polres Maluku Tengah serta inspeksi dan ceramah kepada seluruh personel Yonif 731/Kabaresi, di Masohi, Rabu (6/2).

Hasil evaluasi dan analisis, kata dia, akan menentukan keberadaan para pimpinan di batalyon tempur itu, termasuk seluruh personel juga akan dievaluasi dan dipindahkan ke batalyon lain yang ada di Kodam XVI/Pattimura.

"Ini untuk penyegaran mereka tanpa mengesampingkan proses hukum yang dilakukan. Proses hukumnya akan dilakukan secara serius dan siapa pun yang bersalah dan terlibat dalam insiden penyerangan itu akan diproses hukum," ujar KSAD.

Tim investigasi Mabes TNI yang diketuai Dan Puspom Brigjen TNI Subagja sedang bekerja mengumpulkan dan menganalisis berbagai fakta terkait aksi penyerangan itu, dan telah memeriksa 22 personel Yonif 731/Kabaresi, termasuk Letkol Inf Donny Hutabarat yang telah dicopot dari jabatannya sebagai Danyon.

Namun, KSAD memastikan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena pemeriksaan masih terus dilakukan.

"Bisa saja jumlah saksi yang diperiksa akan bertambah. Tapi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka," katanya.

Prada Eko

KSAD mengaku belum mengetahui persis keberadaan salah seorang personel Yonif 731/Kabaresi, Prada Eko yang "menghilang", sehingga rekan-rekannya melakukan penyerangan ke Markas Polres Malteng.

Mantan Pangdam XVI/Pattimura itu juga telah memerintahkan semua jajaran TNI AD untuk membantu pencarian Prada Eko hingga ditemukan, termasuk ke tempat asalnya di Sidoarjo, Jawa Timur. Dengan demikian, bisa dimintai keterangan sebagai saksi kunci dalam insiden berdarah itu.(ant-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA