| Selasa, 05 Februari 2008 | NASIONAL |
Ditargetkan Realisasi Investasi Rp 10 Triliun
SEMARANG - Dari keseluruhan proyek Central Java Infrastructure Business Forum (CJIBF) yang telah disepakati senilai lebih dari Rp 12,7 triliun, Pemprov Jateng menargetkan realisasi Rp 10 triliun pada tahun ini. Gubernur Jateng Ali Mufiz mengharapkan adanya komitmen pemerintah daerah bersama Kadin untuk tetap fokus memberikan segala kemudahan bagi para investor. Imbauan itu diserukan mengingat belum semua proyek yang ditawarkan dalam CJIBF di Solo beberapa waktu lalu, mendapat tanggapan positif dari investor. Untuk itulah segala cara promosi dilakukan Kadin Jateng, termasuk dalam business gathering Senin (4/2) siang di Hotel Grand Candi, dengan mengundang 35 investor lokal. Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Investasi dan Kewirausahaan Dhodit LA Wardhana mengungkapkan, selama masih ada proyek yang belum laku, maka penawaran seperti ini akan terus dilakukan secara intensif. Seperti diketahui, dari 69 proyek yang ditawarkan, baru ada 14 kesepakatan yang saat ini masih terus ditindaklanjuti. ''Seperti Saratoga yang tertarik dengan pelayanan air bersih di sejumlah daerah dan proyek investasi lainnya,'' jelas Dhodit dalam presentasinya menggandeng Bank Mandiri guna penyediaan modal bagi investor. Berbagai kemudahan pun ditawarkan kepada investor yang tertarik, mulai dari insentif, pembebasan pajak di tahun pertama, hingga kemudahan perizinan awal, yang semuanya akan dicoba difasilitasi Kadin. Beberapa proyek pariwisata yang belum tersentuh seperti gagasan Taman Keajaiban Dunia seluas 16 hektare dekat Candi Borobudur kembali ditawarkan dalam gathering tersebut. ''Sasarannya 2,3 juta wisatawan yang mengunjungi Borobudur, karena proyek senilai Rp 120 miliar itu akan jadi satu kawasan yang cukup potensial untuk dikunjungi,'' tandasnya dalam acara yang difasilitasi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Jateng Ir Budi Santoso. Kepala Badan Penanaman Modal (BPM) Provinsi Jateng Agus Suryono menambahkan, saat ini masterplan pengembangan Borobudur tengah digarap. Keseriusan membangun potensi pariwisata Jateng ini menurut dia, tak bisa lepas dari dukungan pemerintah daerah yang telah menerapkan one stop service (OSS). ''Mudah-mudahan dengan jejaring yang saat ini terus dikembangkan bisa mendorong investor untuk menanamkan usahanya di Jateng,'' imbuhnya. (J14-59 ) | ||||