| Selasa, 05 Februari 2008 | NASIONAL |
Pompa Tol Tidak BerfungsiJAKARTA- Salah satu penyebab tol Prof Sedyatmo (Bandara Soekarno-Hatta) terendam air setinggi 50cm-80 cm di KM 27-29 karena tidak berfungsinya pompa Tanjungan yang terpasang di KM 24 sampai 27. Padahal pompa tersebut adalah terbesar di antara 10 pompa yang dipasang di tiap titik rawan genangan di sepanjang jalan menuju bandara. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Dirjen Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum Iwan Nursjirwan, tidak berfungsinya pompa Tanjungan karena suplai listrik ke pompa tersebut menjadi satu dengan suplai listrik ke pemukiman warga. Akibatnya daya listrik tidak mencukupi untuk menggerakan pompa. ''Karena itu Pemprov DKI akan bekerja sama dengan PLN supaya aliran listrik ke pompa diberikan secara khusus, agar listrik yang dibutuhkan untuk menggerakan pompa tercukupi,'' katanya mengungkapkan hasil rapat koordinasi dengan seluruh wali kota dan kepala dinas terkait penanganan banjir ibu kota. Selain pompa, sarana peredam banjir yang ternyata tidak berfungsi maksimal adalah Waduk Pluit. Terjadi proses pendangkalan karena jarang dikeruk dan menyempitnya wilayah. Itu karena banyaknya pemukiman warga di sekitar waduk, sehingga menjadikan daya tampung waduk berkurang. Akibatnya air yang seharusnya mampu ditampung meluap dan menggenangi wilayah-wilayah Jakarta Pusat seperti Jl Medan Merdeka dan Jl Thamrin. Karena itu Gubernur menginstruksikan delapan langkah taktis penanganan banjir jangka pendek. ''Yang pertama adalah segera melakukan pengerukan muara sungai dan waduk serta penanganan terhadap pemukiman disekitarnya agar aliran air lebih cepat.'' Langkah lainnya adalah mengefektifkan sistem peringatan dini, merevitalisasi waduk-waduk yang ada di Jakarta, seperti Waduk Sunter, Pluit, dan Riario. ''Langkah selanjutnya adalah meminta seluruh wali kota dan para kepala dinas melakukan pengawasan langsung atas kesiagaan petugas di lapangan terkait penanganan banjir,'' jelas Fauzi. Selain itu, masyarakat diminta waspada dan mengikuti prosedur yang telah disiapkan untuk mengungsi ke posko-posko yang telah ditentukan. ''Itu harus diikuti karena di posko bantuan logistik dan kesehatan sudah terjamin,'' kata Fauzi. Selanjutnya, berkoordinasi dengan PLN untuk mendapatkan aliran listrik khusus ke pompa air mobile di tol Sedyatmo. ''Koordinasi ini penting, karena bila terjadi banjir maka listrik di kawasan itu dimatikan sehingga pompa tidak berfungsi optimal. Karenanya perlu dibuat gardu khusus,'' katanya. Diperbaiki Menko Perekonomian Boediono mengatakan, pemerintah akan berusaha agar antisipasi dalam menghadapi bencana banjir dimasa yang akan datang diperbaiki sehingga tidak mengganggu kinerja investasi. Sementara itu Kepala BKPM Muhammad Luthfi mengatakan, Indonesia masih mengalami kendala pada infrastruktur sehingga banjir mengganggu aktivitas ekonomi. Masalah bajir bukan hanya terjadi di Jakarta , melainkan sudah menjadi masalah rutin kota-kota besar lainnya seperti di Kuala Lumpur, California . Meskipun demikian banjir yang melanda Jakarta tidak berpengaruh secara langsung terhadap target investasi di Indonesia pada 2008 yang mencapai Rp 1.600 triliun. Sementara itu, menyusul dibukanya lagi seluruh jalan menuju bandara, situasi di bandara Soekarno-Hatta sudah normal lagi, meski masih terjadi penumpukan penumpang. Penumpukan terjadi karena penumpang berusaha datang lebih awal, untuk menghindari lagi banjir. Akibatnya termina penumpang dipadati para calon penumpang hingga berjejal. (A20,bn-46) |