logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 05 Februari 2008 NASIONAL
Line

Karam di Perairan Jepara

Tujuh ABK Belum Diketahui

JEPARA- Kapal Layar Motor (KLM) Sumber Utama tenggelam di perairan Jepara, Sabtu (2/2) dinihari. Hingga semalam, belum diketahui nasib ketujuh awak kapal, termasuk nakhodanya. Kepala Kantor Pelabuhan Jepara Sukardi kemarin mengatakan, kepastian hilangnya kapal tersebut diperoleh dari Yovan Prasojo, agen pelayaran PT Samudra Raya Cabang Semarang, Senin (4/2). ''Baru saja agen pelayaran dari Semarang melaporkan ke kantor kami dan mengabarkan kapalnya mengalami musibah," kata Sukardi.

Menurut dia, kapal tersebut berlayar dari Semarang dengan tujuan Pontianak, Kalimantan Barat,pada Jumat (1/2) pukul 12.00. Pada pukul 16.00, pemilik kapal masih bisa koordinasi, namun setelah itu kehilangan kontak.

Pada Sabtu (2/2) subuh, nakhoda mengontak pemilik kapal menggunakan handphone. Ia mengabarkan kapal tenggelam sekira 10 mil laut (kira-kira 20 km) dari Pantai Jepara. Sebagai petunjuk, nakhoda mengatakan dia melihat ''pabrik'' Jepara. ''Perkiraan kami, yang dimaksud pabrik adalah cerobong PLTU Tanjung Jati B Tubanan,'' ungkap Sukardi.

''Kami sudah mengumumkan lewat radio agar kapal atau perahu nelayan dapat memberikan pertolongan jika menemukan korban di laut. Karena saat ini musim barat, para korban diperkirakan terbawa arus ke arah perairan Rembang,'' ujarnya.

Kapal-kapal yang ada di PLTU Jepara juga diminta untuk memantau di perairan sekitarnya. Demikian juga kapal pengangkut batu kapur dari Gresik dengan tujuan PLTU Tanjung Jati, diminta untuk ikut memantau, jika dalam perjalanan menemukan korban.

Dia menambahkan, saat ini ketinggian ombak di sekitar PLTU mencapai 2 meter lebih, sehingga diperkirakan kapal karam akibat cuaca buruk. "Asumsi kami kemungkinan besar akibat cuaca buruk. Ini terbukti kapal-kapal dari Jepara yang melaut pada Jumat siang lalu kembali lagi pada sore harinya karena gelombang tinggi."

Saat ini dia belum bisa memastikan muatan dan ukuran serta jenis kapal yang terkena musibah. Demikian juga titik tenggelamnya kapal. Berdasarkan kontak terakhir nakhoda yang masih melihat cerobong PLTU, diperkirakan posisinya ada di perairan sebelah barat Pulau Mandalika.

Kecelakaan itu mengingatkan tenggelamnya KM Senopati Nusantara -tujuan Semarang dari Kalimantan-di perairan sekitar Mandalika, pada Jumat malam, 29 Desember 2006. Kapal dengan muatan ratusan penumpang dan kendaraan itu karam setelah dihantam ombak besar. Kapolres Jepara AKBP Pristio Dwi Antono mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan lebih lanjut dari hilangnya kapal tersebut.

Kapolsek Keling AKP Suparno saat dihubungi petang kemarin sedang memantau bersama anggotanya di Pantai Benteng Portugis, selatan Pulau Mandalika, kira-kira 50 km arah timur laut dari kota Jepara. ''Kami sudah koordinasi dengan para petinggi dan nelayan di kawasan pesisir Keling. Jika mengetahui ada korban agar segera melaporkan,'' tutur Suparno.

Sementara itu, Jani (49), nelayan sekitar Pantai Bayuran, mengungkapkan, Sabtu (2/2) ditemukan sesosok mayat nelayan di perairan pantai tersebut. Korban diketahui bernama Abdul Qodas (25), warga Bayuran RT 7 RW 5, Kecamatan Kembang. Sebelum ditemukan, korban berniat pergi melaut sekira pukul 05.00, namun baru 300 meter dari bibir pantai, perahu yang ditumpanginya terbalik terhantam ombak besar.

Mayatnya ditemukan dua jam setelah kejadian oleh para nelayan Pantai Bayuran bersamaan dengan perahunya, tapi mesin dan jaring hilang. "Sejak Jumat malam cuaca sangat buruk. Ombak di laut memang terlihat sangat besar, sehingga banyak nelayan yang tidak berani melaut," ungkap Jani. (kar,J4,H15-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA