| Minggu, 03 Februari 2008 | NASIONAL |
"Tak Ada Maaf untukmu, Yud"BANDUNG- Tidak akan pernah ada kata maaf dari mulut Iis Kartika (18) untuk suaminya, Yudi Junaedi (25). Iis merasa perbuatan suaminya terhadap anak kandungnya, Rizky Rahayu (4 bulan), tidak bisa diobati dengan cara apapun. Yudi diduga membunuh Rizky dengan cara memasukkan telunjuknya ke kerongkongan balita tersebut pada Jumat lalu. Tak hanya itu, Iis pun ingin mengakhiri kisahnya dengan pria asal Ciawi, Tasikmalaya itu sebagai pasangan suami-istri. Hal tersebut dinyatakan Iis di rumahnya yang sederhana di Kampung Baru Laksana, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pemakaman anak pertama Iis-Yudi itu dilaksanakan Sabtu siang kemarin di TPU Sirnarasa, Jayagiri. "Tidak ada kata maaf untuk dia. Saya benci sekali dengan dia. Bilapun saya bertemu dia, saya akan langsung minta dijatuhkan talak. Diteruskan pun percuma. Saya sudah telanjur sakit hati sekali," katanya. Dia berharap keberadaan pria yang menikahinya 1,5 tahun yang lalu itu segera diketahui oleh polisi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Dia harus diganjar dengan hukuman yang setimpal," kata Iis. Polisi sampai kemarin masih melacak keberadaan Yudi dan meyakini yang bersangkutan belum lari jauh dari Lembang dan Bandung. "Kita masih melakukan pencarian yang difokuskan di Lembang dan Bandung. Ke daerah asalnya di Ciawi pun akan kita lacak," tandas Kanit Reskrim Polsek Lembang Ipda Heru Rustiono saat dihubungi, kemarin. Iis Kartika menceritakan, suaminya itu memang tidak menginginkan kehadiran anak laki-laki. Saat usia kandungannya mencapai 7 bulan, Yudi pernah bilang kepadanya bahwa dirinya berharap yang keluar dari rahimnya adalah anak perempuan. "Sampai sekarang, saya tidak tahu alasannya," katanya. Menurut Iis yang berpacaran selama sebulan sebelum dinikahi Yudi, perangai baik suaminya langsung berubah begitu Rizky lahir. Dia memang sempat melantunkan adzan saat kelahiran putra pertama mereka itu. Hanya saja, Rizky kemudian dibencinya. Bayi itu dianggapnya sebagai pembawa sial. Rizky sendiri tumbuh sehat. Kemontokannya bikin gemas tetangganya. Hal itu diungkapkan tetangganya, Yayan Sofyan (30) dan Supandi (65). "Anak laki-laki, apalagi anak pertama, biasanya disambut gembira oleh pasangan suami-istri. Tapi ini kok aneh, malah tidak suka," kata Yayan. Kondisi itu tampaknya memang belum menyenangkan bapaknya. "Apalagi pas usahanya di rongsokan lagi sepi, maka Rizky yang jadi pelampiasannya. Pernah anak saya itu sampai stres karena seperti mau dibanting. Sebelumnya pernah diminumkan kayu putih dan bubuk merica agar kuat katanya," tutur Iis yang sudah mengikhlaskan kepergian anaknya yang dimakamkan di TPU Sirnarasa, Jayagiri. Ketua RT 02 RW 14, Sugianto, menyatakan masyarakat di sekitar tempat tinggal Iis dan keluarganya sangat geram. Dia tidak bisa membayangkan jika Yudi sampai tertangkap di wilayahnya. "Kami sendiri tak terlalu mengenalnya. Dia berangkat kerja pagi dan pulang menjelang sore. Bisa dibilang kami kurang kontak. Dia sendiri pindahan meski masih satu desa," katanya. (dwi-45) |