| Minggu, 03 Februari 2008 | NASIONAL |
Perampok Kelompok Pantura DitembakSEMARANG - Banyaknya aksi perampokan di sejumlah daerah di Jateng dalam satu pekan terakhir, membuat Unit Resmob Sat I Ditreskrim Polda Jateng bertindak tegas. Saat menyergap kawanan perampok kelompok pantura di Gringsing, Batang, Jumat (1/2) malam, Unit Resmob yang dipimpin Kanit Resmob AKP Puji Sumarsono SH Mhum dan Panit IV Iptu Agus Widhiatmoko akhirnya menembak paha kiri pimpinan kelompok itu, Slamet Tasuri (35). Warga Gringsing itu saat diminta menyerah, mencoba melawan salah seorang personel unit reserse mobil dengan mengayunkan pedang. Terpaksa perlawanan itu langsung dihentikan dengan cara melepaskan tembakan peringatan karena membahayakan polisi yang bertugas. Upaya itu ternyata tidak membuat nyali Slamet surut. Dia justru kian nekat. Iptu Agus yang berada paling dekat dengan tersangka hampir saja terkena sabetan senjata tajam. Perwira Unit (Panit) IV Resmob itu selamat karena dapat menghindar. "Akhirnya salah seorang personel Unit Resmob Polda langsung menembak paha kiri Slamet untuk menghentikan kenekatan tersangka yang mencoba menyerang petugas," terang Direskrim Polda Jateng Kombes Drs Dewa Parsana, didampingi Kabid Humas Kombes Drs Syahroni dan Kasat I Opsnal AKBP Nelson Pardamean Purba SIK, Sabtu (2/2). Dia mengungkapkan, setelah melumpuhkan Slamet yang menjadi pimpinan perampok kelompok pantura, unitnya langsung menyergap dua tersangka lainnya. Yakni Supriyanto (34) asal Batang dan Warju (40) asal Brebes yang ditangkap di tempat terpisah di dua daerah tersebut. Dua rekannya yang lain berinisial As dan Td masih buron. Jaringan Antarprovinsi Sepanjang tahun 2007, Slamet dan dua rekannya yang dibekuk, serta dua yang masih buron, mengaku telah beroperasi di 18 lokasi. Yakni di Brebes empat kali, Demak (5), Purwokerto (3), Kota Semarang (3), serta Pekalongan, Batang, dan Tegal masing-masing satu kali. Namun baik Direskrim maupun Kasat I Opsnal Ditreskrim langsung mempercayainya, mengingat kelompok itu sudah masuk jaringan perampok yang beraksi di sejumlah daerah dan provinsi. "Lebih tepatnya tersangka yang kita tangkap sudah masuk jaringan perampok kelompok antardaerah dan antarprovinsi," kata Direskrim. Spesialisasi sasaran yang diincar kelompok tersebut, kata Kasat I Opsnal, adalah gudang penyimpanan barang dan rumah mewah. Aksi terakhir yang dilakukan adalah di sebuah gudang penyimpanan obat-obatan milik sebuah KUD di Demak, Kamis (31/1). Dirampok Sementara itu pedagang emas H Nursalim (66), Sabtu (2/2) kemarin dirampok. Perampokan terjadi dini hari sekitar pukul 03.00 di rumahnya, Desa Jetak, Kecamatan Wedarijaksa, Pati. Jumlah perampok diperkirakan lebih dari sepuluh orang. Semuanya bersenjata tajam, baik celurit, pedang, serta parang. Selain menyikat uang tunai lebih dari Rp 220 juta, para perampok membawa kabur perhiasan emas puluhan gram milik kedua anak Nursalim, yang harga seluruhnya ditaksir mencapai Rp 80 juta. Sebab, perhiasan itu bukan sekadar emas murni tapi juga dilengkapi asesori berlian. Dalam peristiwa itu, Wiwin Prasetiyanto, menantu Nursalim yang sehari-hari membuka usaha di Pasar Bulumanis, Kecamatan Margoyoso, Pati, dilarikan ke Rumah Sakit RAA Soewondo. Dia menderita luka serius pada bagian bawah mata kiri, karena sabetan celurit. Kejadian tersebut, kata Nursalim, hanya berlangsung sekitar 30 menit. Saat itu, dia sudah bangun karena bersama istrinya, Hj Sarpi, akan berangkat ke Solo untuk membeli barang dagangan. (D12,H40,H21, ad-23,45) |