logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 02 Februari 2008 NASIONAL
Line

Balita Tewas "Disogok" Telunjuk Ayahnya

  • Diduga karena Tidak Harapkan Anak Laki-laki

BANDUNG- Seorang bapak bernama Yudi Junaedi (25) kini jadi buron karena diduga membunuh anak kandungnya, Rizky Rahayu. Pembunuhan dilakukan dengan cara memasukkan telunjuk ke kerongkongan anak berusia 4 bulan itu.

Perbuatan itu dilakukan Yudi di rumahnya di Kampung Baru Laksana, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat sekitar pukul 08.00. Berdasarkan informasi yang dihimpun kemarin, sebelum meninggal Rizky dibawa ke dua pusat pelayanan kesehatan. Setelah ditolong di Puskesmas Lembang, bayi itu dirujuk ke Poliklinik Sespimpol Lembang, namun jiwanya tak tertolong.

Dari mulutnya keluar darah, wajah bayi laki-laki itu juga sembab setelah sebelumnya sempat kejang-kejang. Sebelum peristiwa itu, Yudi ditugasi mengemong anaknya oleh istrinya, Iis Kartika (18). Pasalnya, pada saat bersamaan, Iis harus menjemur pakaian yang baru saja dicuci.

Awalnya Rizky tenang dan tidak rewel. Namun Lis kemudian curiga, apalagi tiba-tiba dia mendengar suara tangisan keras anaknya. Dia saat itu berada di depan rumah, segera masuk ke dalam kamar. Dia mendapati wajah putra pertamanya itu menunjukan ekspresi sulit bernafas.

Karena saat itu tengah diasuh bapaknya, wanita itu langsung melancarkan sejumlah pertanyaan kepada suaminya. Menurut saksi, wanita itu sempat menampar Yudi. "Kamu apakan Rizky?" kata Lis sambil sesunggukan. "Saya masukan telunjuk ke dalam kerongkongannya?" kata pria yang sehari-harinya mengumpulkan barang rongsokan itu.

Karena panik, Lis pun segera membawa buah hatinya ke Puskesmas Lembang. Dia meminta Yudi mengantarkannya. Tapi tiba-tiba dia ''menghilang'' sampai akhirnya anaknya meninggal dunia dan polisi mencarinya.

Menurut orang tua Lis, Dedeh (45), kejadian tersebut merupakan puncak dari kemelut yang melanda pasangan yang baru menikah 1,5 tahun itu. Selama ini, pasangan itu kerap bertengkar. Pemukulan sempat mewarnai pertengkaran itu. "Saya sampai malu dengan tetangga, karena mereka cekcok sampai pukul 01.30," katanya saat ditemui di rumahnya yang menyatu dengan kediaman Lis dan suaminya.

Permasalahan yang memicu percekcokan adalah kehadiran Rizky Rahayu. Yudi disebut tidak mengharapkan kehadiran anak laki-laki. Dia lebih menginginkan perempuan. Karena itu, Yudi digambarkan tidak total dalam mengasuh anak yang dilahirkan dari rahim istrinya yang ternyata laki-laki.

"Dia harus dihukum setimpal. Cucu pertama saya tega-teganya dibunuh. Nggak terima saya," tandas Dedeh, ibu empat orang anak dengan nada tertekan. (dwi-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA