| Sabtu, 02 Februari 2008 | NASIONAL |
Banjir, Jakarta Lumpuh
JAKARTA- Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota Jakarta dari Kamis (31/1) malam hingga Jumat (1/2) kemarin, membuat sejumlah wilayah ibu kota tergenang dan menyebabkan kemacetan serta antrean panjang. Halaman Kantor Presiden dan Wakil Presiden tak luput dari genangan. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu dalam perjalanan ikut terjebak banjir sehingga harus dievakuasi dari mobil dinasnya. Berdasarkan data Crisis Centre di Balai Kota DKI Jakarta, terdapat 30 titik genangan air. Bahkan di wilayah Jakarta Barat, terutama Jl Daan Mogot ketinggian air mencapai 1 meter. Tol JORR juga tergenang air hingga 50 cm akibatnya jalan tol dari arah Bumi Serpong Damai (BSD) menuju Pondok Indah atau sebaliknya macet hingga 3 kilometer. Genangan air juga terjadi di jalan Tol Dalam Kota di depan Kantor Wali Kota lama sudah mencapai 50-70 cm, sehingga jalan tol dari arah Grogol menuju Semanggi tidak bisa dilewati. Titik-titik genangan lain di Jakarta Pusat genangan terpantau di Kecamatan Cempaka Putih, Kelurahan Cempaka Putih, Jl Letjen Soeprapto ketinggian genangan air 30 cm. Kelurahan Cempaka Mas, Jl Menteng Raya, 10-15 cm dan Kelurahan Sumur Batu 40 cm. Jakarta Utara Kecamatan Penjaringan, Kelurahan Penjaringan Jl Jembatan Tiga (15-25 cm). Jl Pluit Raya (20-30 cm). Kelurahan Kamal Muara PT Ancol Terang RW 01 (40-50 cm). Kapuk Muara Jl SMP 122 (50-60 cm). Kelurahan Pluit Masjid Raudatul Jannah (30-40 cm). Presiden Dievakuasi Banjir di Jl Thamrin membuat Presiden terpaksa dievakuasi dari kendaraan dinasnya. Di tengah hujan deras yang mengguyur, iring-iringan kendaraan yang mengawal mobil dinas RI-1 berusaha menerobos derasnya genangan air hampir setinggi roda. Tetapi tingginya arus air, sesampai di depan Sarinah upaya itu terpaksa dihentikan. ''Kendaraan tidak berani maju ke depan, karena takut mogok karena genangan air,'' kata juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng yang ikut dalam iring-iringan itu. Setelah kendaraan berhenti, Presiden dengan dipayungi ajudannya berpindah dari sedan Mercy ke VW Caravele. Selanjutnya mobil itu langsung meluncur ke Istana Negara melalui jalur busway, karena jalur biasa terjadi kemacetan. Saat menerjang banjir, Paspampres harus ''nggandul'' di kedua sisi pintu mobil kawalan. Istana Wapres di Jalan Medan Merdeka Selatan juga tak luput dari genangan air. Meski hanya 5-10 cm, air yang mengepung hingga halaman depan kantor Wapres merepotkan JK. Saat hendak membuka Munas Amphuri di gedung pertemuan yang berjarak 25 meter, misalnya, Kalla harus berjalan berjingkat agar celananya tidak ikut basah. Di depan sekitar 50 peserta Munas, Kalla berseloroh soal genangan air yang menggenang hingga kompleks Istana Wapres itu. ''Ini menandakan ada pemerataan. Kalau di Arab Saudi hujan rintik-rintik itu sudah jadi berita besar. Kalau di sini, banjir besar baru jadi berita besar,'' kata Wapres disambut tawa. Ganti Mobil Mengantisipasi agar tidak mogok di jalan, menteri Kabinet Indonesia Bersatu mengganti mobil dinas sedan dengan mobil besar saat akan menghadiri sidang kabinet paripurna di kantor kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (1/1). Satu per satu menteri datang. Menteri Perhubungan Djusman Syafi'i Djamal menggunakan Land Rover warna abu-abu RI 26. Menko Polhukam Widodo AS mengendarai Lexus Cygnus warna hitam (R1 11). Menhan Juwono Sudarsono menggunakan Toyota Fortuner warna hitam (RI 18) dan Menko Kesra Aburizal Bakrie mengendarai Toyota Alphard warna hitam (RI 13). Menneg LH Rachmad Witoelar tampak tiba dengan BMW M5 warna silver. Menkes Siti Fadilah Supari mengendarai Toyota Fortuner (RI 30), Mendiknas Nissan X-Trail (RI 31) dan Menhut MS Kaban menumpang Toyota Prado (RI 25). Bandara Lumpuh Banjir yang melanda Bandara Soekarno-Hatta melumpuhkan seluruh aktivitas bandara itu sepanjang pagi dan siang hingga malam. Menurut Kepala Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta, Haryanto dan Kepala Humas PT Angkasa Pura-2, Wasfan, buruknya cuaca juga menyebabkan bandara terpaksa ditutup total mulai pukul 10.15 kemudian dibuka 10.55. Bandara, kata dia, ditutup lagi pada pukul 11.10 dan hingga sekitar sore. Sebanyak 150 penerbangan ditunda, sehingga berdampak pada tujuh maskapai penerbangan ke Medan terlambat, dan di Surabaya 15 penerbangan ditunda tujuh dialihkan. Akibatnya, hingga Jumat pukul 14.20 ada 12 pesawat gagal mendarat karena cuaca sangat buruk serta tingginya genangan air pada landasan pacu. Pesawat yang gagal mendarat adalah penerbangan dari kota-kota Padang, Medan, Palembang, Makasar, Palu dan Denpasar serta Surabaya. Sejumlah penerbangan yang tidak bisa mendarat di bandara Soekarno-Hatta tersebut sebagian mendarat di bandara Halim Perdanakusuma, Pangkal Pinang dan Batam. Sedangkan sebagiam maskapai penerbangan kembali ke bandara asal keberangkatan. ''Jarak pandang cuma 300 meter,'' kata Haryanto. Atas kejadian itu, kata Haryanto, pihak maskapai penerbangan memberikan toleransi kepada semua penumpang dan menyediakan fasilitas makanan dan penginapan.(A20,J22,bn-48) | ||||