| Jumat, 01 Februari 2008 | NASIONAL |
SOSOKTidak Bijaksana
BEGITU mantan presiden kedua RI, HM Soeharto meninggal, pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama tujuh hari. Selama masa itu muncul polemik pantas tidaknya mantan penguasa Orde Baru itu mendapat gelar pahlawan. Banyak tokoh angkat bicara, namun tidak demikian dengan Ketua MK Jimly Asshiddiqie (52). Pria pelopor lahirnya MK yang didirikan 15 Agustus 2003 itu enggan bicara gelar kepahlawanan untuk Pak Harto. "Berkabung dulu 1 minggu. Lebih baik tidak usah bicara," ujar Jimly di sela-sela peringatan puncak HUT Ke-35 PDI-P di GOR Sriwijaya, Palembang, Kamis (31/1). Pria kelahiran Palembang, 17 April 1956 yang dipercaya memimpin lembaga negara pengawal konstitusi itu mengatakan sebagai seorang hakim konstitusi dirinya tidak bijaksana jika terlibat dalam polemik itu. "Kalau Anda tanya kepada pengamat boleh. Tetapi kan kalau saya sebagai hakim tidak bijaksana. Jadi sebagai bangsa Indonesia, lakukan saja ajakan pemerintah untuk berkabung selama 7 hari," kata Guru Besar Hukum Tata Negara UI itu.(dtc-77) | ||||