| Jumat, 01 Februari 2008 | NASIONAL |
DPW PAN Didesak Evaluasi RozaqSEMARANG - Kader PAN meminta DPW PAN Jateng untuk meninjau ulang pencalonan Rozaq Rais yang akan diusung PPP. Ketua DPD PAN Boyolali Thontowi Jauhari menilai partai berlambang Kakbah itu masih setengah hati dalam mengusung ketua DPW PAN Jateng itu. ''Dari bahasa tubuh, saya tahu PPP tidak sreg dengan mengusung Pak Rozaq. Seakan-akan proses pengusungan seperti 'digantung' tanpa ada kepastian,'' kata dia, Kamis (31/1). Towi memastikan bila partainya bisa mengevaluasi pencalonan Tamzil-Rozaq Rais, dipastikan PAN akan menjadi penentu siapa yang akan memenangkan Pilgub Jateng 2008 nanti. Tindak lanjut evaluasi itu, kata dia, PAN bisa jadi tidak mencalonkan kadernya sendiri. Termasuk munculnya nama Kukrit Suryo Wicaksono selaku ketua BPD Hipmi Jateng, baginya hal itu tidak menjadi masalah. ''Siapa saja boleh. Saya mendukung siapa saja dari PAN, yang terpenting anak bangsa terbaik untuk menjadi orang nomor satu di Jateng. Karena itu, proses penjaringannya harus melalui uji kemampuan dan komitmen. Partai bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk objektif,'' kata Sekretaris Komisi E DPRD Jateng itu. Dengan munculnya orang yang kuat, setidaknya PAN berpihak pada rakyat, karena pilgub bisa satu putaran. Dengan begitu uang negara Rp 150 miliar bisa dihemat untuk dialokasikan pada bidang pertanian, pendidikan atau kesehatan. Terpisah Pj Ketua Dewan Tanfidz PKB Jateng KH Yusuf Chudlori menilai munculnya nama Kukrit SW sebagai sebuah tawaran yang patut diperhitungkan. Meski demikian, DPW tetap harus mematuhi pakem yang sudah ditetapkan, bahwa keputusan pencalonan harus lewat sebuah rekomendasi DPP. Sementara itu, isu bakal calon gubernur dari PDI-P Sumaryoto mengundurkan diri dari bursa cagub dibantah oleh tim lapangan/kampanye Sumaryoto dari Wonogiri Panjang. ''Di daerah Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Klaten, dan Grobogan ada sejumlah orang yang menyebarkan isu Sumaryoto telah mundur. Itu tidak benar,'' kata Pajang. Konsentrasi Pilgub Terpisah, Hj Rina Tamzil SH, istri Bupati Kudus memilih konsentrasi menghadapi pemilihan gubernur Jateng dan mendukung penuh suaminya maju dalam pesta demokrasi itu. ''Kendati banyak yang minta saya maju dalam pemilihan bupati Kudus, namun saya memilih membantu suami konsentrasi Pilgub 2008,'' katanya di Semarang, baru-baru ini. Sementara itu Kepala Humas Pemkab Kudus, Drs Nanang Usdiarto MT mengatakan, wanita yang mempunyai popularitas tinggi itu memilih tak mencalonkan diri, karena menyadari persiapan suami membutuhkan perhatian. Istri Bupati itu menghargai masyarakat yang telah memberi dukungan, namun dia tidak bisa memenuhi keinginan sebagian masyarakat itu. Belakangan mengalir dukungan baik dari ormas, LSM maupun pribadi yang berharap wanita itu maju ke Pilbup Kudus. Hal ini karena, Kudus meraih juara nasional Posyandu Model tahun 2007, serta juara nasional KB dan kesehatan. Berkat prestasinya itu, Ny Tamzil diundang WHO di Bangkok 2007. (H37,H7,A14-77) |