logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 01 Februari 2008 NASIONAL
Line

Jalur Semarang-Surabaya Putus


MELINTAS PERLAHAN: Kereta barang tujuan Surabaya, melintas perlahan dengan kecepatan 5 km/jam, Kamis (31/1) pukul 14:30, pada jalur yang sedang diperbaiki di Desa Brambang Kelurahan Karangawen Kabupaten Demak. (57)

DEMAK- Jalur kereta api (KA) Semarang-Surabaya pada Rabu (30/1) malam putus lagi akibat landasan rel hilang di enam titik sepanjang 300 meter. Derasnya air luapan Sungai Cabean menggerus landasan rel di KM 21+26 di Desa Brambang, Kelurahan Karangawen, Demak, sekitar pukul 22.00.

Sebelumnya, jalur KA Semarang-Surabaya putus pada 30 Desember 2007 setelah landasan rel hilang di 17 titik karena banjir di wilayah Bojonegoro, Grobogan, dan Cepu. Landasan rel KM 21+26 tergerus sedalam 50 cm hingga 1 meter. Akibatnya, rel beserta bantalannya melengkung dan menggantung. Lalu lintas jalur ini pun dialihkan.

Humas PT Kereta Api Daerah Operasi (Daop) IV Semarang Warsono, Kamis (31/1), mengatakan kereta api dari arah Surabaya menuju Semarang dialihkan melewati Stasiun Gundih-Karangsono-Padas-Kedungjati-Tanggung-Brumbung.

Seharusnya, kereta api itu melewati Stasiun Gambringan-Ngrombo-Sedadi-Karangjati-Gubug-Tegowanu-Brumbung. "Dari Stasiun Gambringan, kereta dialihkan lewat jalur selatan. Antara lain KA Gumarang, KA Sembrani, dan KA Argo Bromo," ujarnya.

Dia menambahkan lintasan rel langsung diperbaiki Rabu malam, hingga Kamis pukul 10.35, jalur itu sudah bisa dilewati meski dengan batas kecepatan maksimal 5 km/jam.

Enam Titik

Sementara itu, Kepala Distrik PT KA Daop IV wilayah Gubug, Mas Hari ketika ditemui di lokasi kejadian menjelaskan, sejak pukul 22.00 banjir sudah menggenangi rel setinggi 10 cm. Menurut dia, air dari Sungai Cabean membeludak.

Dia mengatakan, pukul 22.30 para pekerja mulai berdatangan untuk memperbaiki rel. Banjir menggerus landasan rel sebanyak enam titik dengan panjang dan kedalaman berbeda.

"Semalam hingga sekarang (pukul 15.00-Red), kami terus bekerja memperbaiki rel," terangnya.

Sebanyak 12 KA pengangkut kricak didatangkan dari Weleri. Selain itu, KA Multi Te Tamper pun didatangkan untuk meluruskan rel yang melengkung.

"Jalur sudah bisa dilewati pukul 10.35. Kereta KRD jurusan Semarang-Bojonegoro yang pertama berhasil melintas dengan kecepatan 5 km/jam," ujarnya.

Menurut dia, para pekerja akan terus mengawasi dan memperbaiki jalur tersebut, hingga kereta bisa berjalan dengan kecepatan normal.(J8-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA