| Jumat, 01 Februari 2008 | NASIONAL |
Kualitas Raskin Jelek Tanggung Jawab BulogJAKARTA- Rendahnya kualitas beras untuk keluarga miskin (raskin) dan berkurangnya timbangan jatah raskin harus mendapat perhatian semua pihak. Jika perlu pelakunya ditindak secara administratif dan pidana. Anggota Komisi IV DPR Jacobus Mayong Padang dan aktivis LSM Protanikita Bonang, secara terpisah di Jakarta, mengatakan Bulog harus bertanggung jawab atas jeleknya kualitas dan kurangnya timbangan jatah raskin itu. Keduanya menanggapi kasus beras di Kelurahan Rejosari, Semarang yang ditemukan timbangan jatah raskin kurang 0,5-1,5 kilogram dan kualitas berasnya jelek, apek, berwarna kuning, banyak menir dan berkutu. Jacobus mengatakan memberikan beras yang tidak layak konsumsi kepada penerima raskin adalah tindakan tidak manusiawi.''Masak mereka diberikan beras yang tidak layak konsumsi,'' tandasnya. ''Siapa-siapa yang terlibat harus mempertanggungjawabkan. Ini kan bukan kejadian pertama, tapi karena tidak pernah ada tindakan kasusnya terus berlanjut.'' Menurut Jacobus, Bulog harus bertanggung jawab, karena di depan Komisi IV DPR, Dirut Perum Bulog Mustafa Abubakar berjanji tidak ada lagi memberi raskin yang tidak layak konsumsi. Tapi nyatanya, selain timbangannya kurang kualitas beras juga jelek. Terpisah, Bonang menyebutkan timbangan jatah raskin kurang dan kualitas beras tidak sesuai dengan ketentuan pasal 6 ayat (3) Inpres 3/2007, maksimum 20%.(tri-48) |