logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 31 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

Hamas Tolak Kehadiran Internasional

KOTA GAZA - Hamas, Rabu kemarin, menolak kehadiran internasional di perlintasan antara Mesir dan Jalur Gaza sementara delegasinya menuju Kairo untuk membicarakan penjebolan tembok perlintasan pekan lalu.

''Setiap upaya untuk menggantikan visi Hamas, khususnya menyangkut operasi perlintasan perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, tidak akan menghasilkan apa pun kecuali kegagalan,'' kata jurubicara Hamas Sami Abu Zuhri dalam sebuah pernyataan.

Satu delegasi Hamas yang dipimpin ketua garis keras Mahmud al Zabar melintasi perbatasan di Rafah kemarin pagi untuk berunding dengan para pejabat Mesir.

''Perlintasan Rafah harus hanya berada di bawah kekuasan Mesir dan Palestina,'' kata Zahar yang dikutip jurubicara Hamas Fawzi Barhum kepada wartawan.

Hamas berulangkali menuntut agar perbatasan itu dikelola sesuai dengan satu pengaturan baru antara Mesir dan pemerintahnya di Gaza. Pengaturan itu menggantikan perjanjian tahun 2005 yang melibatkan para pemantau Eropa dan pengawasan elektronik atas perlintasan itu.

Perjanjian terdahulu adalah sebuah penjara bagi rakyat Palestina karena memperketat pengepungan, membunuh orang sakit, dan mencegah para mahasiswa melakukan perjalanan untuk kuliah, kata Zuhri.

Pengaturan Baru

Hamas mendesak dibuat ''satu pengaturan baru yang melayani kepentingan-kepentingan lebih tinggi rakyat kami, agar perlintasan itu menjadi perlintasan Palestina-Mesir tanpa campur tangan negara asing, baik Eropa maupun Amerika'', tambahnya.

Ratusan ribu warga Palestina memasuki perbatasan Mesir sejak 23 Januari, ketika anggota Hamas membobol tembok perbatasan di tengahblokade Israel atas wilayah itu .(ant-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA