logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Januari 2008 NASIONAL
Line

GEMA GEDUNG BERLIAN

Kemandirian Masyarakat Masih Rendah

TINGKAT pendidikan penduduk Jateng yang bekerja, dalam pandangan Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) DPRD Jateng, masih memprihatinkan. Anggota FPP Nur Khasanah, dalam rapat paripurna DPRD baru-baru ini mengungkapkan, tingkat pendidikan SD ke bawah mencapai 62,47%, sementara SLTP (18,66%), SLTA (4,55%), dan perguruan tinggi (4,32%).

Mereka bekerja di berbagai sektor. Fakta kualitas SDM itu, lanjut dia, berbanding terbalik dengan arah pembangunan SDM di Jateng. ''Rendahnya tingkat pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) tenaga kerja berdampak pada kurangnya kreativitas, daya saing, dan kemandirian dalam memenuhi kebutuhan. Pendek kata mayoritas masyarakat kita lebih memilih ketergantungan ketimbang kemandirian dalam memenuhi kebutuhan ekonominya,'' kata Khasanah.

Padahal, pengembangan SDM merupakan salah satu upaya strategis pembangunan di Jateng, yang diarahkan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas, cerdas, produktif, dan berakhlak mulia. FPP menyoroti bahwa visi pembangunan Jateng 2005-2025 yang maju, mandiri, sejahtera, dan lestari belum berjalan di atas rel yang benar.

Fakta rendahnya kualitas pendidikan di Jateng juga diungkapkan anggota Fraksi PKS Kamal Fauzi. Dia menyatakan bahwa angka partisipasi murni (APM) jenjang SD/MI di Jateng lebih rendah 8,28% dari APM SD/MI secara nasional. Sementara APM SMP/MTs lebih rendah 7,19% dari APM nasional.

Tidak Parsial

Sekda Jateng Hadi Prabowo mengatakan, pembangunan pendidikan dalam jangka panjang tidak dapat dilakukan secara parsial. Hal ini berkaitan dengan berbagai pesoalan dasar pembangunan bidang pendidikan, yang secara struktural terkait dengan masalah komitmen dan keberpihakan antarpelaku dalam pengalokasian sumber daya, kemiskinan, dan kesejahteraan masyarakat secara umum.

''Disamping itu, dipengaruhi perilaku sebagian masyarakat yang memandang pendidikan sebagai investasi yang tidak menguntungkan di masa kini dan akan datang,'' kata dia mewakili Gubernur Jateng dalam paripurna DPRD di Gedung Berlian, dengan agenda Jawaban Gubernur atas Pandangan Fraksi.

Dia mengatakan, dalam jangka panjang upaya pembangunan pendidikan yang diarahkan untuk mewujudkan masyarakat Jateng yang berkualitas, cerdas, produktif dan berahklak mulia akan melalui pengembangan dan peningkatan relevansi pendidikan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan teknologi. (Widodo Prasetyo, Dicky P-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA