logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 30 Januari 2008 NASIONAL
Line

Bill Saragih Meninggal


SM/dok

JAKARTA- Indonesia kembali kehilangan salah seorang musisi besarnya. Bill Saragih, multiinstrumentalis di dunia musik jazz, kemarin pukul 11.15 meninggal dunia setelah seminggu dirawat di RS Fatmawati karena stroke. Almarhum yang lahir di Pematang Siantar, 1 Januari 1933 itu menderita stroke sejak tahun 2000.

Kendati demikian dia masih bisa menggumamkan lagu, kendati nada bicaranya sudah tak jelas. Pada 8 Januari lalu Bill Saragih dibawa ke RS Internasional Bintaro. Karena kesehatannya terus menurun, semestinya dia dirawat di ruang ICU, namun karena ruangan yang dibutuhkan semuanya penuh, dia dirawat di ruang biasa.

Lantaran keadaannya memburuk, pada 23 Januari lalu, Bill dipindahkan ke RS Fatmawati. Selama di rumah sakit dia mendapat perawatan intensif termasuk bantuan alat pacu jantung. Namun dia akhirnya menyerah terhadap penyakitnya. Selain stroke dia juga menderita diabetes dan gangguan pernafasan.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Taman Rempoa Indah Jl Delima Jaya Blok D/24, Bintaro, Jakarta Selatan. Bill yang dikenal sangat konsisten menekuni musik jazz menikah dengan Anna R Saragih yang telah lebih dulu berpulang beberapa tahun lalu. Dari pernikahan itu dia memiliki dua anak, yakni John Anthony dan Leoni Tiana, keduanya menetap di Australia. Sehari-hari Bill tinggal dengan adik iparnya, Magdalena Saragih. Indra Lesmana, salah seorang sahabat dekat almarhum yang ditemui di rumah duka kemarin mengungkapkan rasa dukanya.

''Terakhir saya ketemu om Bill kondisinya memang sudah sangat memprihatinkan. Waktu itu sudah dipasangi ventilator, kondisinya memang sudah sangat kritis. Saya tak tega melihat dia selama ini terus bertarung dengan penyakitnya. Mungkin ini yang terbaik untuk om Bill,'' ungkap Indra.

Indra mengatakan, ''Buat saya, om Bill sudah seperti keluarga. Saya masih ingat kebersamaan kami saat sama-sama tinggal di Australia. Saya sangat kagum dengan om Bill. Dia multiinstrumentalis yang menurut saya sangat langka di Indonesia." (tn-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA