Haji Muhammad Soeharto telah berpulang kembali ke Rahmatullah, atau
wangsul dateng ngarsanipun Gusti Allah, Minggu 27 Januari 2008 Pukul
13.10 WIB setelah beberapa lama menderita sakit. Pak Harto - demikian beliau
biasa disapa - seperti juga manusia lainnya mengalami lahir, tumbuh berkembang
kemudian meninggal dunia. Begitu lahirnya, begitu pula meninggalnya. Saat
bayi lahir, orang-orang di sekitarnya penuh senyum kelegaan, sebaliknya
ketika berpulang orang di sekelilingnya hampir dipastikan menangis.
|
 |
Mendengar kabar meninggalnya mantan presiden Soeharto, para pemimpin
dunia langsung terkenang akan sosoknya sebagai pemimpin yang membawa stabilitas
di Indonesia dan di kawasan Asia Tenggara. Dalam sisi baik dan buruknya
sebagai manusia, Soeharto diakui oleh para pemimpin dunia sebagai tokoh
yang meletakkan filosofi dasar perdamaian regional, yang menjadi modal
penting untuk mencapai pertumbuhan ekonomi, baik di Indonesia maupun di
kawasan Asia Tenggara. Mantan presiden itu diakui sebagai pemain penting
dalam pentas internasional kendati kontroversial dalam beberapa kebijakan.
|
PERIBAHASA Mikul dhuwur mendhem jero sempat beredar menjadi
perbincangan khalayak. Ungkapan ini kebetulan mengemuka sesaat setelah
Ismail Saleh, Menteri Kehakiman di era Presiden Soeharto, menengok mantan
pemimpinnya yang tengah tergolek sakit.
|
 |
SETELAH cukup lama di rawat di RSUP Pertamina, mantan Presiden
Soeharto wafat pada 27 Januari 2008. Soeharto meninggal dunia dengan mewariskan
banyak persoalan yang belum terselesaikan, termasuk status hukum mantan
presiden tersebut.
|