logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 29 Januari 2008 NASIONAL
Line

Tanpa Izin, Warga Tahlil di Cendana

RENCANANYA hingga tujuh hari mangkatnya mantan Presiden Soeharto, di kediaman almarhum, Jalan Cendana akan terus digelr tahlil. Selain untuk mendoakan arwah almarhum, kegiatan tersebut dilaksanakan guna menampung antusias warga yang datang ke Cendana untuk melakukan tahlil.

Seperti semalam, selepas magrib, ratusan warga yang datang dari wilayah Jakarta dan sekitarnya, berbondong-bondong ke Cendana untuk mendoakan arwah Soeharto. Bahkan, terdapat juga warga yang sengaja datang dari luar pulau, seperti Palembang.

Mereka mengaku datang atas inisiatif sendiri, tanpa pernah ada undangan. Selain ratusan warga yang menggelar tahlil di halaman kediaman keluarga Cendana No 8, terlihat juga rombongan dari TNI dan Polri yang menggelar tahlilan di dalam rumah.

Salah satu yang ikut tahlil, Edi Suryadi (50), warga Matraman, Jakarta Timur, mengungkapkan, kedatangannya ke Cendana semata-mata untuk mendoakan arwah Soeharto. Rencananya hingga tiga hari ke depan dirinya masih akan datang untuk acara yang sama.

Inisiatif Sendiri

Alasan yang sama juga dikemukakan Endang (48) yang datang bersama empat teman pengajiannya di Condet, Jakarta Selatan. Kedatangannya di Cendana atas inisiatif sendiri. ''Kami datang atas inisiatif sendiri, ikhlas mendoakan, agar jalan arwah Pak Harto tetap lurus.

Sementara Muhammad Husni Thamrin (61) sengaja datang dari Palembang begitu mendengar kabar duka tentang jenderal besar tersebut. Dia sengaja datang agar merasa lebih afdhol mendoakan almarhum.

Tahlil yang dimulai pukul 19.00 tersebut, ternyata tidak diketahui keluarga besar Cendana. Hal itu dikemukakan Mbah Tejo, pensiuanan Paspampres yang bertugas sebagai keamanan di Cendana. Acara yang berlangsung di halaman tersebut, diakuinya merupakan inisiatifnya sendiri setelah mengetahui banyak warga yang datang hendak mendoakan arwah Soeharto.''Saya tidak minta izin keluarga, karena mana berani. Bila ada yang marah, itu konsekuensi, risiko. Saya kira keluarga dan saya sendiri senang ada orang-orang yang ikhlas datang untuk berdoa,'' papar Mbah Tejo. (Wahyu Wijayanto-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA