logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 29 Januari 2008 NASIONAL
Line

Pemakaman Jusuf Ronodipuro Tidak Dapat Perhatian

JAKARTA- Pemerintah diminta memperlakukan sama kepada para pahlawan yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kritik itu muncul karena penghargaan para pejabat negara terhadap mantan presiden Soeharto dan Pejuang Kemerdekaan dan pendiri RRI Muhammad Jusuf Ronodipuro dinilai berbeda.

"Kita sangat pahami simpati dan bela sungkawa dari para pejabat kepada almarhum Pak Harto. Tapi, yang proposional sajalah. Harusnya Pak Jusuf Ronodipuro juga layak mendapatkan penghargaan yang sama," kata Ketua FKB Effendi Choirie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/1).

Gus Choi menilai, jasa Jusuf dalam perjuangan kemerdekaan sangatlah besar bila dibanding Soeharto.

Sayangnya, Jusuf tidak mendapatkan kesempatan menjadi presiden sebagaimana Soeharto, sehingga tidak mendapatkan penghormatan seperti Soeharto.

"Pak Harto memang orang besar, tapi jangan lupa kesalahannya juga besar. Utang 1.500 triliun itu warisan Pak Harto. Sementara Pak Jusuf adalah pahlawan yang menyebarkan kemerdekaan Indonesia melalui RRI. Beliau itu orang besar dan kesalahannya kecil," katanya.

Politisi PKB ini menyayangkan minimnya para pejabat yang menghadiri pemakaman Jusuf Ronodipuro. Seharusnya pemerintah tetap mengatur agar salah satu perwakilan dari pemerintah selevel menteri datang dalam pemakaman Jusuf.

"Sebagai bentuk penghormatan pada para pahlawannya seharusnya ada satu menteri yang mewakili atas nama presiden . Jangan ke Astana Giri Bangun semua," ujar dia. (dtc-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA