| Minggu, 27 Januari 2008 | NASIONAL |
PKPI Targetkan Lolos Electoral ThresholdSEMARANG-Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) sebagai partai politik, siap menjadi peserta Pemilu 2009. Targetnya, lolos ambang batas perolehan kursi (electoral threshold/ET) meski dinaikan menjadi lima persen. ''Saya optimistis peluang tersebut akan terwujud. Semua kader sudah bulat tekadnya untuk memenangi Pemilu nanti,'' kata Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) PKPI Jateng Ir Eddi Soebiantoro, di sela-sela Musyawarah Pimpinan Provinsi (Muspimprof) III, di Hotel Bali Semarang, Sabtu kemarin. Kegiatan sehari penuh bertemakan ''Dengan Konsolidasi Kita Mantapkan Pemenangan Pemilu 2009'', diikuti 35 pengurus (Ketua dan Sekretaris) Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten (DPK) se-Jateng, dan dihadiri Penasihat Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PKPI Drs H Soeparto Tjitrodihardjo. Pada kesempatan itu, fungsionaris DPN PKPI Korwil Jateng-DIY-Jatim Heru Noertjahjo, dalam mengobarkan semangat kader, mengatakan, untuk selalu melakukan konsolidasi guna meningkatmantapkan keharmonisan di antara kader. Lebih lanjut Eddi yang mantan Ketua KNPI dan FKPPI Jateng, mengatakan, tekad semua kader maju untuk menang tergerak setelah putri proklamator Muhammad Hatta, Meutia Hatta Swasono, dikukuhkan sebagai Ketua Umum (Ketum) DPN PKPI antarwaktu hingga 2010. Secara nasional, diyakini kemenangan partainya akan terwujud. Pasalnya para kader partai berlambang garuda merah putih di 33 provinsi telah siap bekerja keras. Kader di enam eks karesidenan di Jateng, juga telah siap, ujarnya. Kesiapan memenangkan itu, terlihat dari sikap antusias mereka yang hadir di Muspimprov untuk bangkit menyatukan visi dan misi partai. ''Semua kader siap berbenah diri mendukung tekad ketum dalam target lolos ambang batas perolehan kursi''. Karena itu, secara maraton kami siapkan persyaratan sebagai parpol peserta pemilu 2009, jelas Eddi didampingi Sekretaris Drs Kasmun Saparaus MSi yang Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga. Penetapan Menteri Negara Peranan Perempuan sebagai ketua umum, dilakukan dalam Muspimnas IV di Jakarta, 13 Januari 2008. Diangkatnya istri ekonom Sri Edi Swasono merupakan simbol kebangkitan kaum perempuan di dunia politik.(E4- 11) |