logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 27 Januari 2008 NASIONAL
Line

Mengalir, Dukungan Pencapresan Gus Dur

SURABAYA-Dukungan tampilnya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilu 2009 nanti terus mengalir. Sebanyak 38 pengurus DPC PKB di Jatim menyatakan komitmennya mendukung Gus Dur sebagai capres.

Dukungan itu disampaikan saat pembukaan musyawarah wilayah luar biasa (muswilub) PKB Jatim di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Sabtu (26/1) siang.

Sebanyak 38 DPC PKB merupakan keseluruhan jumlah DPC PKB di provinsi itu.Yang membacakan dukungan 38 DPC PKB terkait pencapresan Gus Dur adalah Ketua PKB Jember, Miftahul Ulum.

Menurutnya, ada 3 poin yang menjadi dasar pencalonan Gus Dur. Pertama, Gus Dur adalah tokoh satu-satunya yang bisa meneruskan agenda reformasi. Kedua, Gus Dur figur yang ingin memberantas korupsi.

"Dan ketiga, Gus Dur didukung kiai dan tokoh lintas agama lainnya. Dengan demikian, beliau layak ditampilkan sebagai capres pada Pemilu 2009 nanti," tegasnya.

Yenny Tak Tahu

Di sisi lain, Sekjen DPP PKB, Zannuba Arrifah Chafsoh (Yenny Wahid) menyatakan, tak tahu sebelumnya jika ada pernyataan dukungan pencapresan Gus Dur oleh DPC-DPC PKB di Jatim. Karena itu, dia mengaku terkejut atas adanya dukungan tersebut.

"Itu kan artinya Gus Dur memang dikehendaki massa bawah," katanya.

Sebelum hadir di arena muswilub PKB Jatim di Asrama Haji Sukolilo, Gus Dur memberikan taushiyah (nasihat) kepada ratusan anggota Garda Bangsa Jatim. Kegiatan ini dihelat di gedung Jatim Expo yang berlokasi di Jalan A Yani Surabaya.

Setelah mendapat taushiyah dari Gus Dur, ratusan anggota Garda Bangsa ini berkonvoi dari gedung Jatim Expo menuju ke Asrama Haji Sukolilo.

Di hadapan anggota Garda Bangsa, Gus Dur menegaskan bahwa antara PKB dengan NU tak bisa dipisahkan.Hal yang sama juga berlaku antara nasionalisme dengan religius.

"NU dan PKB tak bisa dipisahkan. Demikian juga antara kekuatan nasionalisme dan religius. Saya maju sebagai capres agar dialog antara nasionalisme dan religius berjalan lancar," tegas Gus Dur.

Yenny Wahid menegaskan, banyak pihak takut pencalonan kembali Gus Dur sebagai presiden. Alasannya, naiknya Gus Dur ke kursi presiden dikhawatirkan akan melahirkan poros baru di luar Amerika Serikat. Yakni, poros Indonesia-India-Jepang. "Agar bangsa ini maju, Gus Dur harus maju," tegas Yenny Wahid. (G14)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA