logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 27 Januari 2008 NASIONAL
Line

Pollycarpus Masuk Cipinang Lagi

Disumbang Handuk, Sikat, dan Pasta Gigi


SM/afp Pollycarpus

Tanggal 26 Januari 2008, Pollycapus Budihari Priyanto genap berusia 47 tahun. Namun hari istimewa itu harus dilaluinya di LP Cipinang. Berikut laporannya. POLLYCARPUS dijebloskan ke LP Cipinang Jumat (25/1) pukul 23.00, satu jam sebelum hari ulang tahunnya yang jatuh pada 26 Januari. Dia dibawa dari rumahnya di kawasan Pamulang Tangerang. Tak ada perlawanan, meski sebelumnya dia menolak menandatangani surat pemberitahuan eksekusi.

Salah satu tamu yang memberikan ucapan selamat ulang tahun adalah kuasa hukumnya, M Assegaf. Meski tak membawa sesuatu, saat datang ke LP, dia mengaku membawakan kado spesial.

"Kita prihatin harus mengucapkan selamat ulang tahun dalam suasana yang mencekam ini," kata dia di LP Cipinang, Jakarta Timur, Sabtu (26/1) pukul 11.32.

Mendapat ucapan seperti itu, terpidana 20 tahun penjara kasus pembunuhan Munir itu langsung menangis terisak. M Assegaf datang bersama Wirawan Adnan. Mereka keluar dari LP Cipinang pukul 12.50 WIB. ''Saya mengucapkan selamat ulang tahun, dia terisak-isak dan matanya basah. Di LP dia pakai kaos putih, jaket dan celana jeans.''

Di LP itu, Polly menunjukkan handuk, sikat gigi, dan pasta gigi. ''Ini lo pak, saya dapat sumbangan dari teman-teman,'' kata Assegaf menirukan ucapan Polly.

Teman-teman yang dimaksud, apakah itu para napi? ''Ya. Polly kan pernah di sini,'' kata dia.

Pukul 13.30, Yosepha Hera Iswandari datang menjenguk Pollycarpus. Dia membawakan sandal jepit dan makanan untuk makan siang.

Dia sendirian datang ke LP Cipinang. Anak-anaknya sedang sibuk, sehingga tidak bisa menemani. Wanita itu mengaku shock dengan putusan 20 tahun penjara untuk suaminya. Dia juga meminta agar aparat hukum bisa menunjukkan bukti-bukti bahwa suaminya terlibat pembunuhan Munir.

Selain membawa makanan, Yosepha juga membawakan minuman dan suplemen. Di tas yang dibawanya terlihat ada air mineral Aqua, CDR, dan Pocari Sweat. Dia mengatakan, meski suaminya berulang tahun ke-47, namun makanan yang dibawanya bukan istimewa.

Ruang Pengenalan

Di LP Cipinang, Polly menempati ruangan bersama sekitar 200 napi lainnya. "Kami sudah terima semua administrasi. Segala sesuatunya lengkap. Kita terima statusnya narapidana," ujar Kalapas LP Cipinang Haviluddin di LP Cipinang, Jakarta Timur.

Ruangan Polly berada di lantai dasar di blok 7. Nama ruangannya adalah Mapenaling yang merupakan singkatan dari masa pengenalan lingkungan.

Ukuran ruangan itu adalah 10x10 meter. "Di ruangan itu paling lama satu bulan. Kita akan mengamati tingkah laku Pak Polly. Nanti baru kita putuskan akan dipindahkan ke mana. Mungkin di atas, tipe 3 atau tipe 5," kata Haviluddin.

Di ruangan itu tidak ada ranjang empuk. Pollycarpus pun harus tidur beralaskan tikar. "Tidak ada tempat tidur, tidurnya ngemper-ngemper saja di lantai bareng 200 napi lainnya," kata Staf Admin Kantib LP Cipinang Hendro.

Apa pun fasilitas di ruangan itu, bagi Yosepha, penjara bukanlah tempat menakutkan. Dia mengibaratkan penjara sebagai rumah sakit. (dtc-46)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA