| Sabtu, 26 Januari 2008 | NASIONAL |
SOSOKSaka Guru Bangsa
MENJALANKAN bisnis dari satu kota ke kota lain adalah hal biasa bagi Tony Djoko Haryono sebagai seorang pengusaha. Namun mobilitas tinggi tidak menyurutkan motivasi pria yang lahir 50 tahun lalu di tanah Priangan itu, untuk beraktivitas sosial. Di sela kesibukan mengurus bisnis ekspor, penggemar touring dengan motor gede Harley Davidson tersebut memiliki kepedulian terhadap potensi sumber daya manusia di dunia pendidikan, khususnya di Jateng. Kepeduliannya terhadap guru, mendorong Koordinator Wilayah (Korwil) Jawa Tengah Forum Komunikasi Alumni (FKA) Emotional Spiritual Quotient (ESQ) itu, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Semarang, melaksanakan ''Training ESQ Profesional Peduli Pendidikan'' bagi 700 guru se-provinsi tersebut. Kegiatan digelar di Masjid Agung Jateng, 29-31 Januari 2008. Menurutnya, guru adalah saka guru yang sesungguhnya bagi bangsa Indonesia. Karena itu menjadi tanggung jawab semua pihak untuk selalu peduli terhadap para pendidik tersebut. ''Guru yang bertugas mendidik anak-anak bangsa, tidak semata-mata karena mengejar kemampuan intelektual, namun mendorong siswa mampu mengelola keseimbangan kepandaian emosional dan spiritual,'' katanya. (Setiawan HK-62) | ||||