logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 NASIONAL
Line

Menimbun Kedelai Gudang Digerebek

SURABAYA- Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya menggerebek gudang yang diduga untuk menimbun 13 ribu ton kedelai di Jalan Dupak Rukun,

Surabaya, Jumat.

Penggerebekan yang dipimpin Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Anang Iskandar itu dilakukan dalam gudang di area pabrik garam PT Susanti Megah yang disewakan ke PT Cargill Indonesia sejak setahun silam. Di dalam gudang itu, polisi menemukan butiran kedelai yang menggunung setinggi sekitar delapan meter, kedelai siap bungkus, dan kedelai siap jual yang tersimpan rapi di dalam karung. "Itu mengherankan, karena kedelai di masyarakat langka dan kalau ada pun harganya melambung, tapi di sini ada 13 ribu ton dengan nilai sekitar Rp 90 miliar," katanya.

Menurut dia, tindakan PT Cargill Indonesia diduga ada unsur kesengajaan, karena dokumen yang disita polisi menyebutkan perusahaan itu mengimpor 22 ribu ton kedelai dari Amerika Serikat pada tahun 2007. "Impor untuk mencukupi kebutuhan pada tahun lalu itu justru hanya tersalur 9.000 ton hingga awal 2008, tapi kami belum dapat menyegel gudang itu, karena kami masih akan bertanya ke Depperindag untuk menemukan unsur pidananya," katanya.

Disalurkan

Didampingi Kasat Reskrim Pol-wiltabes Surabaya AKBP Dedi Prasetyo dan Kapolresta Surabaya Utara AKBP Nasri SIK, dia menilai izin impor pada tahun lalu seharusnya sudah banyak yang disalurkan hingga awal tahun ini. Karena itu, polisi kini memeriksa Adriansyah (33) yang beralamat di Jl Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. "Trading manager PT Cargill Indonesia itu masih diperiksa sebagai saksi," katanya.

Selain itu, polisi juga memeriksa Ida Bagus Made Oka selaku operatinonal surveyor dari perusahaan itu. Keduanya mengaku PT Cargill masih mengantongi izin resmi untuk menjual kedelai kepada masyarakat dengan harga pasaran Rp 6.950/kilogram.

"Kami akan menyelidiki pengakuan mereka. Kalau terbukti pasti akan kami proses. Kami juga berupaya mengontak pimpinan PT Cargill bernama Clemen Tan yang berkewarganegaraan asing," kata AKBP Dedi Prasetyo. (G14-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA