logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 NASIONAL
Line

NU Jangan Terpecah karena Pilkada

JAKARTA- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi meminta pemilihan kepala daerah (Pilkada) tidak sampai memberikan ekses memecah belah NU. Warga NU diminta solid untuk tidak membesar-besarkan perbedaan sesama NU yang terjadi pada Pilkada.

''Warga NU selalu ditarik oleh setiap kandidat. Jadi bisa terjadi perseteruan antarwarga NU. Pilkada selesai, bupati terpilih, kiai-kiai masih ribut, kristal-kristal dalam tubuh NU itu kadang-kadang belum cair.NU harus dikonsolidasikan,'' kata Hasyim dalam konferensi pers usai dirinya beserta Pengurus Besar NU bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Kepresidenan, kemarin.

Menurutnya, bagaimana meletakkan agama tidak terombang-ambing oleh tarik menarik politik, bahkan bagaimana politik bisa disinari oleh nilai agama, menjadi salah satu gagasan yang akan dibahas dalam puncak harlah PBNU ke-82 mendatang.

Harlah NU, menurutnya, juga akan menegaskan dan mengokohkan kembali wawasan keagamaan dalam kaitannya dengan kepentingan kebangsaan. Ini perlu dilakukan sebagai filter disaat pintu-pintu Indonesia terbuka lebar tanpa sensor pada masa reformasi.

''Selain itu kami juga ingin menegaskan kembali bagaimana membawa agama yang berkebangsaan. Bukan pembenturan agama terhadap negara atau menghadapkan agama terhadap filsafat dan kepentingan negara proklamasi Indonesia,'' katanya

Presiden Hadir

Dalam kesempatan yang sama Wakil Rais Aam NU KH Tolchah Hasan mengatakan, kedatangan mereka untuk mengundang Presiden menghadiri acara Puncak Harlah ke 82 NU di Stadion Gelora Bung Karno, 3 Februari mendatang.

''Alhamdulillah Presiden sudah menyampaikankan kesediaan hadir dan akan menyampaikan sambutan. Presiden juga telah memberikan apresiasi terhadap tema-tema dan gagasan-gagasan yang ingin kami sampaikan, serta program-program NU yang akan nanti akan sampaikan dalam acara tersebut,'' kata mantan Menag tersebut.

Selain KH Tolchah Hasan dan KH Hasyim Muzadi, PB NU yang datang antara lain KH Masyhuri Naim, KH Said Agil Siraj, H.Mustofa Zunad Mugni, H Ahmad Bagdja, HH Asmui Suhaimi, Endang Turmudi, H Sirojul Munir, H Ghozi Alfatih, H Masrur Ainun Najih, H Taufiq Abdullah, H Anas Tohir, dan H Saiful Bahri Anshori. Dalam pertemuan tersebut Presiden didampingi Mensesneg Hatta Radjasa, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Menteri Agama Maftuh Basyuni. (F4-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA