logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 NASIONAL
Line

Kuliah Tak Nyaman

BANDUNG- Sehari setelah insiden bunuh diri Roroy Royani alias Yani Anggraeny (29) di Universitas Kristen Maranatha, Jalan Surya Sumantri, police line terlihat masih terpasang. Bahkan motor yang tertimpa tubuh Roroy masih ada. Sebagian mahasiswa mengaku tidak nyaman dengan pemandangan itu.

Sekitar pukul 08.30, Jumat (27/1), police line masih terpasang baik di lantai 8 Gedung Administrasi Pusat serta di halaman gedung tersebut. Bahkan sepeda motor Suzuki AS D-5428-BP masih berada di posisinya, tidak berubah sama sekali. Motor terlihat hampir jatuh namun tertahan tembok.

Menurut salah seorang satpam kampus Maranatha, Wahyu, pihak Rektorat telah memerintahkan agar lokasi aksi bunuh diri Roroy tidak diganggu. "Kami tetap jaga agar TKP tidak ada yang mengutak-atik," tuturnya.

Saat mahasiswa melewati lokasi kejadian, banyak di antaranya yang melihat sekilas, kemudian kembali melanjutkan langkahnya.

Salah seorang mahasiswa Maranatha, Timotius, mengatakan dirinya terganggu dengan adanya police line yang masih terpasang.

"Saya merasa terganggu melihat police line masih ada, karena saya kok melihat itu mengganggu imej kampus," ujarnya. Sementara mahasiswa lainnya mengaku mengetahui aksi bunuh diri Roroy dari media.

Jenazah Roroy sudah dijemput pihak keluarga dari Garut pukul 02.00, Jumat (25/1). Meski masih menyimpan misteri mengenai sosok A Ujang yang Roroy sebut dalam surat, kini jenazah ibu dua anak itu sudah dimakamkan di Garut.

Menurut tayangan CCTV, Roroy melakukan aksi bunuh diri dengan terjun bebas dari balkon lantai 8 Gedung Administrasi Pusat Maranatha sekitar pukul 10.00, Kamis (25/1). Saat jatuh, dia menimpa sebuah sepeda motor yang terparkir di halaman gedung. Seketika korban tewas dengan patah paha dan lengan serta retak bagian kepala.(dtc-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA