logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 26 Januari 2008 NASIONAL
Line

Polda Blokade Jalur Rawan

  • Kejar Pelaku Perampokan

SEMARANG- Aksi perampokan yang terjadi di sejumlah daerah dalam dua pekan terakhir di Jateng, membuat gerah Kapolda Irjen Drs H Dodi Sumantyawan HS SH. Dia mengeluarkan perintah penutupan jalur rawan yang biasa jadi pelarian pelaku perampokan.

''Jadi kita lakukan kegiatan kejar dan tutup. Saya sudah perintahkan anggota untuk melakukan pengejaran dan berkoordinasi dengan unit lainnya untuk melakukan penutupan jalur yang diperkirakan sebagai pelarian,'' kata Kapolda didampingi Direskrim Kombes Drs Dewa Parsana dan Kabid Humas Kombes Drs Syahroni, Jumat (25/1).

Cara yang dilakukan dinilainya cukup efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku tindak kejahatan. Antara lain melukai korbannya hingga meninggal, menggunakan senjata tajam seperti parang, golok dan celurit. Bahkan ada yang menggunakan senjata api seperti kasus perampokan rombongan pegawai BCA Cabang Kota Tegal di jalur arah Slawi-Bumiayu, beberapa waktu lalu.

Selain bersenjata tajam dan senjata api, pelaku menggunakan sarana sepeda motor dan mobil dalam menjalankan aksinya. Untuk itu Kapolda menilai perlu langsung dilakukan pengejaran dan pemblokiran jalur yang rawan pelarian.

Kerahkan Mobil

Untuk mendukung kebijakan kejar dan tutup pihaknya telah memaksimalkan fungsi 35 mobil baru bantuan Mabes Polri untuk dikerahkan di titik-titik rawan tertentu. Baik jalur keluar kota maupun di jalur sepi. Seperti di seputar Alas Roban, jalur tengah Semarang-Solo, Kendal-Wonosobo dan Tegal-Purwokerto.

Mobil patroli yang dikerahkan, terdiri atas 24 sedan patroli jalan raya (PJR) Ford Focus 2000 cc dan 11 Ford Ranger D Base 4x4 2500 cc yang juga difungsikan sebagai mobil olah TKP dan penerangan. Mobil bantuan itu bernilai sebesar Rp 1,66 miliar. Sedangkan nilai per unit sebesar Rp 184,87 juta.

Keberadaan unit patroli cepat itu, juga didukung oleh unit reaksi cepat (URC) masing-masing kesatuan wilayah mulai dari Polres hingga Polwil. Bahkan Unit Resmob Polda Jateng di bawah pimpinan Kanit Resmob AKP Puji Sumarsono SH MHum, personelnya sudah menyebar di sejumlah daerah. Mereka selain mendukung patroli, juga dalam rangka pelacakan para pelaku perampokan yang sudah meresahkan masyarakat.

''Hasilnya memang ada sejumlah kasus perampokan yang dapat cepat terungkap. Seperti pembunuhan suami seorang dokter di Batang dan kasus perampokan pemilik konter HP di Paguyangan, Brebes yang ternyata salah seorang pelakunya terkait dengan kasus perampokan pegawai BCA Cabang Kota Tegal. Kasus ini terus kita perdalam,'' tandas Kapolda.(D12,H21-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA