| Jumat, 25 Januari 2008 | NASIONAL |
Jalan Pantura Demak Makin Parah
DEMAK- Kerusakan jalan di jalur pantura wilayah Demak dari Sayung hingga Kudus, kondisinya semakin parah. Selain ukuran lubang jalan bertambah besar dan dalam, kerikil juga berserakan. Kondisi demikian menjadikan pengemudi harus berhati-hati jika melewati jalur tersebut. Akibat rusaknya jalan, arus kendaraan dari Gajah hingga perbatasan Kudus dan sebaliknya berjalan merayap. Bahkan beberapa kali terjadi kemacetan panjang. Setiap malam hari atau saat turun hujan dipastikan terjadi kemacetan panjang. Karena kendaraan melaju pelan agar tidak terperosok dalam lubang. Menyikapi realitas itu, Kepala Dinas Kimpraswil Demak Ir Budi Haryanto mengaku sudah meminta Bina Marga Jateng untuk secepatnya memperbaiki kerusakan tersebut. Jalan pantura Demak adalah jalan nasional yang kewenangan pemeliharaan dan pembangunannya berada pada pemerintah pusat. ''Kami sudah melayangkan surat kepada Bina Marga Jateng. Kerusakan kali ini sangat parah dan perlu segera diperbaiki,'' katanya. Pada jalan Sayung-Kudus, sedikitnya ada 12 titik kerusakan parah. Di antaranya di depan Pasar Sayung, Pasar Buyaran, Gajah dan Karanganyar hingga perbatasan Kudus. Bisa Menggugat Banyaknya lubang berpotensi membahayakan pemakai jalan. Belum lama ini, seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah ban depannya masuk lubang menganga di depan Pasar Buyaran. Hal serupa juga menimpa pengendara lainnya di depan Pasar Sayung. ''Kalau tidak ada perbaikan secepatnya, kerusakan bisa bertambah parah. Apalagi, masih musim penghujan. Karena genangan air dapat memudahkan kerusakan jalan.'' Koordinator LSM Forum Komunikasi Rakyat dan Mahasiswa Demak (FKRMD), Muhammad Rifai mengatakan, masyarakat yang menjadi korban akibat jalan rusak bisa menggugat Bina Marga. Apalagi kerusakan yang sudah berlangsung dua minggu lebih tersebut belum juga ada perbaikan. (H1-16) | ||||