logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 25 Januari 2008 NASIONAL
Line

Pentas Wayang Sakral, Penata Panggung Tewas

SRAGEN- Parade pentas wayang sakral melibatkan 50 dalang memperingati haul tahun baru hijriah 1 Muharam 1429 di lokasi makam Ki Sonosari Kampung Baben Ngepringan, Jrakah, Kecamatan Gondang, Sragen, kemarin petang heboh.

Masalahnya, saat menyiapkan panggung, Parto Paimin (54) selaku peniti atau penata perhelatan pentas wayang kulit sakral itu meninggal mendadak pukul 17.45.

"Dia tiba-tiba ambruk setelah menata wayang dan seperangkat gamelan untuk wayangan itu," tutur Suparno, pengunjung pementasan. Suasana di pertunjukan wayangan gempar dan panitia panik.

Kapolsek Gondang AKP Sardjiman mengatakan Parto Paimin yang diduga mengalami serangan jantung segera dilarikan ke Puskesmas Gondang. "Namun dalam perjalanan menuju puskesmas, dia tidak tertolong," tuturnya.

Jenazah segera dibawa pulang untuk disemayamkan di rumah duka Kampung Gegersapi, Desa Glonggong, berjarak sekitar 3 km dari Gondang.

Meski ada paraga penata panggung yang meninggal, panitia memutuskan pentas wayang kulit tetap dilanjutkan karena persiapan sudah matang. Bupati Sragen Untung Wiyono bersama Muspika Gondang dan tokoh masyarakat tampak hadir.

Lurah Desa Gondang Nur Indah menuturkan, pentas wayang juga untuk menghormati mantan dalang sepuh Ki Gondo Darman. Paraga dalang yang mementaskan wayang kulit sebagian adalah anak cucu trah Ki Gondo Darman, seperti Ki Sudirman, Ki Putut Manto Darsono serta Agung dan Bowo. Para niyaga atau penabuh gamelan dan dalang masih aktif tergabung dalam Paguyuban Dalang Sukowati (Pandawa). (nin-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA